Breaking News:

Dua Jam Razia Kendaraan, 38 Surat Tilang Melayang di Depan Polres Pangkalpinang

Satuan Lalu Lintas Polres Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung menggelar razia Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan atau KRYD di Jalan Jenderal Ahmad

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Fery Laskari

BANGKAPOS.COM , BANGKA – Satuan Lalu Lintas Polres Pangkalpinang, menggelar razia Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di Jalan Jenderal Ahmad Yani, tepat di depan Polres Pangkalpinang, Sabtu (8/1/2022) malam.
Razia yang dilakukan selama dua jam mulai Pukul 20.00-22.00 WIB tersebut Polisi telah mengeluarkan sedikitnya 38 surat tindakan langsung atau tilang kepada pengendara kendaraan sepeda motor.

Kepala Satuan (Kasat) Lalu Lintas (Lantas) Polres Pangkalpinang, AKP Toni Susanto mengatakan, puluhan pengendara yang ditilang tersebut mayoritas karena tidak menggunakan helm, tidak membawa surat-surat kendaraan, atribut kendaraan tidak lengkap hingga menggunakan knalpot bising alias brong.

Di antara 38 kendaraan yang diberikan sanksi tilang, ujar Toni, 21 unit kendaraan diantaranya ditahan dan dimasukan ke dalam gudang penyimpanan barang bukti di Polres Pangkalpinang. Hal itu karena sebagian besar kendaraan itu menggunakan knalpot bising dan tidak dilengkapi surat-surat kendaraan.

Menurutnya, dari banyaknya pengendara yang ditindak hal ini menunjukan tingginya masyarakat yang belum paham akan keutamaan keselamatan dalam berkendara atau safety riding.
Padahal safety riding merupakan cara untuk membiasakan diri agar berkendara menggunakan sepeda motor aman dan nyaman.

Sementara itu kategori jumlah kendaraan yang dilakukan penindakan juga tergolong tinggi, di mana razia hanya dilakukan di depan Polres Pangkalpinang tidak dilakukan secara berburu atau hunting seperti hari-hari biasanya.
Kendati demikian, lanjut dia, pihaknya tidak akan memberikan toleransi bagi pengendara yang hobi menggunakan knalpot tak sesuai dengan standar pabrikan atau brong. Dimana kendaraan akan ditahan selama maksimal 2 bulan dan harus mengganti knalpot tersebut dengan knalpot standar.

Karena hal tersebut tidak dibenarkan bahkan ada terdapat sanksi pidana sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu linta,s Pasal 285 Ayat 1 juncto Pasal 106 Ayat 3. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved