Breaking News:

Berita Bangka Barat

69.419 Orang Berpendapatan Rendah, Dinsos Bangka Barat Andalkan DTKS untuk Bantuan Tepat Sasaran  

Di masa Pandemi Covid-19, sebanyak 69.419 orang, masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kabupaten Bangka Barat (Babar) sebagai penerima

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangka Barat, Suradi, Rabu (12/01/2022). (Bangkapos.com/Rizky Irianda) Pahlevy) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Di masa Pandemi Covid-19, sebanyak 69.419 orang, masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kabupaten Bangka Barat (Babar) sebagai penerima bantuan dari pemerintah.

Hal ini dilakukan mengingat bantuan pemerintah baik bersumber dari APBN, APBD provinsi dan Pemerintah Kabupaten akan mengacu pada DTKS.

"Secara subtansial masyarakat yang masuk dalam DTKS, sudah diidentifikasi terkait keadaan kondisi dan juga jelas by name by adress," ujar Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangka Barat, Suradi, Rabu (12/01/2022).

Berdasarkan DTKS, sejumlah bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Sembako reguler hingga bantuan dari Pemerintah Kabupaten seperti jaminan hidup orang miskin, disabilitas, lansia serta anak terlantar.

"Jadi sasarannya jelas tepat, memang sudah menjadi sistem untuk penanganan sosial. Pandemi membuat berpengaruh kepada masyarakat, seperti tidak ada pekerjaan dan menurun penghasilan," katanya.

Diketahui di antara 69.419 itu, ada sekitar 206 warga Kabupaten Bangka Barat masuk dalam DTKS, sehingga DTKS menghimpun 40 persen masyarakat berpendapatan terbawah dari jumlah penduduk Bangka Barat

"Artinya 69 ribuan ini, adalah kelompok pendapatan masyarakat Bangka Barat yang diambil range 40 persen masyarakat terendah. Sehingga dari 40 persen masyarakat dengan pendapatan terendah, juga mendapatkan jenis bantuan lain seperti Penerima Bantuan Iuran (PBI) kesehatan BPJS, pendidikan serta bantuan kesejahteraan sosial lainnya," jelasnya.

Sementara itu Suradi mengungkapkan data tersebut bisa saja berubah-ubah, hal ini mengikuti pertumbuhan ekonomi masyarakat khususnya di Kabupaten Bangka Barat.

"Iya ini untuk data DTKS itu sifatnya fluktuatif, dinamis dan berubah-ubah tergantung kondisi di masyarakat," katanya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved