Breaking News:

Berisi Panduan Ilmu Mistis, Ini Pustaha Laklak, Peninggalan Nenek Moyang Batak, Simpan Rahasia Ini

Pustaha Laklak yang ada di Sumatera Utara umumnya berisi tentang ilmu-ilmu hitam seperti pangulubalang, tunggal panaluan, pamunu tanduk, gadam

Editor: Iwan Satriawan
Shutterstock/Kataleewan Intarachote
Suku Batak di Pulau Samosir, Danau Toba, Sumatera Utara DOK. 

BANGKAPOS.COM-Salah satu kekayaan Indonesia adalah banyaknya suku bangsa dan juga budaya.

Diantara suku besar yang ada di Indonesia adalah Suku Batak.

Seperti suku bangsa di Indonesia lainnya, etnis Batak juga kaya akan budaya, termasuk budaya karya tulis.

Budaya karya tulis suku Batak ini diwariskan oleh nenek moyang mereka dan terkenal dengan nama Pustaha Laklak.

Melansir Indonesia.go.id, Pustaha Laklak ditulis di atas kulit kayu yang dilipat menggunakan mode concertina (semacam akordion) dan terkadang dilengkapi dengan papan.

Pustaha Laklak
Pustaha Laklak (budaya indonesia)

Bahasa tulis yang digunakan dalam pustaha tetap seragam tanpa mengurangi ciri khas lokalnya meskipun bahasa Batak memiliki banyak dialek.

Setidaknya ada lima jenis aksara yang ditinggalkan nenek moyang di Sumatera Utara, yakni Aksara Toba, Aksara Karo, Aksara Mandalaing, Aksara Dairi, dan Aksara Simalungun.

Kelima aksara itulah yang kemudian dijadikan dasar penulisan karya tulis pustaha Laklak etnis Batak.

Naskah-naskah Batak pada umumnya ditulis pada tiga jenis bahan yakni kulit kayu (laklak), bambu dan tulang kerbau.

Pustaha Laklak sendiri merupakan kitab peninggalan nenek moyang Batak yang bertuliskan Aksara Toba.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved