Breaking News:

Erzaldi Rosman

Bisnis Tambak Udang Vaname di Bangka Belitung Meningkat, Penting Perhatikan Mutu Benur

Kepala BKIPM Babel, Dedy Arief Hendriyanto mengatakan, mutu benur udang vaname sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas udang

Penulis: Riki Pratama | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Edwardi
Hasil panen udang vaname di lokasi tambak udang milik CV Tunas Budidaya Prima di Dusun Pesaren Desa Binter Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka, Selasa (18/05/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala BKIPM Babel, Dedy Arief Hendriyanto mengatakan, mutu benur udang vaname sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas udang yang bakal dipanen sebagai prodak ekspor.

Ia mengakui saat ini, Bangka Belitung sedang banyak-banyaknya investor yang masuk untuk membuat tambak udang vaname.

"Saya baru satu bulan di Babel, jadi fokus awal di tambak udang, mengingat euforia tambak udang ini sebab harus dikendalikan penyakitnya. Suplai benih udang vaname pada tahun 2020 dan 2021 yang masuk dari wilayah lain ke Pulau Bangka naik signifikan, nominalnya setara sebesar Rp 15 miliar," kata Dedy Arief kepada wartawan, Rabu (12/1/2022).

Dedy mengatakan, Babel memiliki peluang untuk pengembangan pembenihan udang mandiri dengan melibatkan BKIPM sebagai Quality Assurance Mandatory KKP, sehingga dapat termonitor perkembangannya melalui Early Warning System.

"Laboratorium kami telah tersertifikasi ISO 17025,17020 dan 9001, oleh karena itu periksakan benih udangnya sebelum tebar di tambak. Kami bisa cek WSSV, TSV, IMNV, AHPND dengan metode PCR
dan Vibrio parahaemolitycus dengan metode konvensional mikrobiologi," ungkapnya.

Dia menambahkan, jangan sampai nanti benur yang tidak sehat ditebar, otomatis nantinya akan gagal panen dan merugikan pengusaha itu sendiri.

"Maret kita akan melaunching aplikasi periksa tambak udang menggunakan karantina onliene atau satam kaolin. nantinya sistemnya by android. Jadi nantinya pengusaha udang ini bisa mengetahui semuanya seperti virus udang, bakteri, kualitas air dan lainnya," katanya.

Dengan adanya aplikasi tersebut, kata Dedy pihaknya dapat memetakan daerah mana saja yang rentan penyakit.

"Jadi bisa diantisipasi terlebih dulu, agar investor ini tidak rugi.Karena kami selain fungsi pelayanan, mengantisipasi masuknya benih ikan atau benur yang dikhawatirkan merugikan sosial dan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Pihaknya mengharapkan kerjasama para pengusaha atau investor tambak udang, sebab tidak ada yang bisa menjamin kesehatan benur tersebut apabila tidak diperiksa melalui laboratorium.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved