Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Evaluasi Dua Pekan Pembelajaran Tatap Muka, Dinas Pendidikan Pangkalpinang Klaim Tak Ada Kendala

Ratusan sekolah di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung telah memulai pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: nurhayati
(Bangkapos/Cepi Marlianto)
Sejumlah siswa SMPN 10 Pangkalpinang sat mengikuti PTM terbatas di sekolah. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Ratusan sekolah berbagai jenjang mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung telah memulai pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi mengatakan, sebanyak 153 sekolah baik negeri maupun swasta telah melakukan PTM secara normal sejak 3 Januari 2022 lalu.

“Sudah 100 persen semua, mulai dari Paud/TK SD dan SMP. SD itu ada 97 sekolah baik negeri maupun swasta, SMP 24 sekolah dan Paud/TK 26 sekolah,” kata Eddy kepada Bangkapos.com, Rabu (12/1/2022).

Baca juga: Kasus Perambahan Hutan Lindung Kuruk, Penyidik akan Limpahkan Berkas Leni ke Kejaksaan

Baca juga: Vaksinasi Booster Sudah Digelar di Tiga Daerah di Bangka Belitung, Wajib Berusia 18 Tahun ke Atas

Ia menyebut, PTM tersebut dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri tentang PTM 100 persen. Yang mana daerah dengan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 dan cakupan vaksinasi telah mencapai 80 persen dapat melakukan PTM.

“Hanya rasio per kelas yang kita atur, harus proporsional dengan dibuat sif pagi dan siang. Tidak semuanya siswa satu kelas masuk semuanya, kita tetap mengacu kepada protokol kesehatan,” sebut Eddy.

Meskipun begitu, kata Eddy, berdasarkan hasil evaluasi setelah dua pekan berlangsungnya PTM 100 persen di sekolah belum didapati kendala yang berarti. Baik orang tua maupun siswa juga antusias mengikuti pembelajaran langsung di sekolah.

Di samping itu, pihaknya juga tetap menghargai dan memberikan perhatian terhadap keputusan orang tua siswa yang belum mengizinkan anaknya untuk kembali belajar di sekolah dan lebih memilih sekolah online.

“Memang ada beberapa orang tua siswa yang belum setuju dilakukan sekolah tatap muka, itu juga tetap kita perhatikan dengan tetap belajar online,” ungkapnya.

50 Persen Anak SD Telah Divaksin

Dikatakan Eddy, sejak digulirkannya vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun pada Desember 2021 lalu sampai saat ini sekitar 10.758 orang atau sekitar 50 persen anak  di Pangkalpinang telah divaksin dari total target 21.000 anak.

“Sudah sekitar 10.758 anak yang telah divaksin dari target sekitar 21 ribu,” kata Eddy.

Baca juga: Elpiji 5,5 dan 12 Kilogram Melejit, Agen Gas Minta Pemerintah Segera Berlakukan Fuel Card 3 Kilogram

Baca juga: Warga Protes Jalan Raya Rusak Parah, Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan   

Sambung dia, memang total siswa SD usia 6-11 tahun di Pangkalpinang mencapai 25 ribu anak. Dari total tersebut tidak semuanya bisa melakukan vaksin karena terkendala umur.

“Sekitar 70 persen anak sudah terdaftar dan siap menerima vaksin atau sekitar 21 ribu dari jumlah 25 ribu siswa SD,” sebutnya.

Selain itu, sampai kini pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di sekolah-sekolah yang ada di Pangkalpinang juga terus dilakukan, yang mana setiap sekolah sudah dijadwalkan setiap harinya untuk kegiatan vaksin.

“Setiap sekolah juga sudah terjadwal, dengan persyaratan atas izin orang tua. Sejauh ini juga lancar tidak ada komplain dari siapa pun,” kata Eddy. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved