Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Harga Gas Elpiji 5,5 dan 12 Kg Melonjak, Segini Harganya, Banyak Warga yang Beralih ke Gas 3 Kg

Sudah dua pekan terakhir harga Liquefied Petroleum Gas atau Elpiji non subsidi di Pangkalpinang mengalami kenaikan harga.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Sejumlah tabung gas elpiji 3 kilogram yang ada di pangkalan gas di Jalan Surabaya, Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Sudah dua pekan terakhir harga Liquefied Petroleum Gas atau Elpiji non subsidi di Pangkalpinang mengalami kenaikan harga.

Meroketnya harga tersebut terjadi terhadap dua jenis ukuran tabung elpiji yakni 5,5 dan 12 kilogram maupun Bright Gas yang diberlakukan Pertamina sejak 25 Desember 2021 lalu.

Hal tersebut juga diakui oleh sejumlah pangkalan gas yang ada di Pangkalpinang, seperti diungkapkan Ariyansyah Manajer PT Inti Putri Pusaka Raya.

Saat ini isi ulang atau refil gas elpiji Bright Gas ukuran 5,5 kilogram naik sekitar Rp12.000 menjadi Rp85.000 - Rp90.000 per tabung dari harga semula yang dibanderol dengan harga Rp75.000-Rp80.000 yang dijual dari pangkalan ke masyarakat.

Baca juga: Penambang Desa Penyak Lakukan Aksi Demo Hingga Bakar Pos PT MSP, Hari Ini Audiensi dengan Bupati

Baca juga: Aset Perusahaan Tambang Timah di Bangka Tengah Milik Keponakan Prabowo Subianto Dibakar Warga

Sedangkan untuk gas ukuran 12 kilogram naik sekitar Rp23.000 menjadi Rp180.000-Rp185.000 per tabung.

Padahal sebelumnya harga isi ulang gas dengan warna biru itu seharga Rp155.000 sampai Rp170.000 per tabung.

“Untuk perbedaan kenaikan harga lumayan tinggi, harga gas elpiji 12 kilogram itu Rp23 ribu dan 5,5 kilogram Rp12.000,” kata Ariyansyah kepada Bangkapos.com, Rabu (12/1/2022).

Manajer PT Inti Putri Pusaka Raya, Ariansyah
Manajer PT Inti Putri Pusaka Raya, Ariansyah (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Menurutnya, dengan melejitnya harga gas elpiji tak sedikit masyarakat yang beralih menggunakan tabung gas 3 kilogram. Seperti yang diketahui, tabung gas melon tersebut hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin.

Hal itu dia buktikan dengan permintaan pembelian isi ulang tabung gas 3 kilogram dari setiap agen di Pangkalpinang yang  ia suplai.

“Permintaan, saat ini memang lebih banyak ke tabung gas 3 kilogram. Apalagi dengan adanya dampak Covid-19, otomatis yang terkendala dengan ekonomi masyarakat beralih,” terang Ariansyah.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved