Breaking News:

Human Interest Story

Kisah Mahesa si Penjaga Lokasi Isoter Pasien Covid-19 di Sungailiat, Rela Kumpulkan Kardus Bekas 

Seorang pria paruh baya ini terlihat sedang sibuk membersihkan kamar-kamar yang menjadi tempat isolasi bagi Pasien Covid-19. Satu persatu tempat tidur

Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Mahesa (39), seorang penjaga tempat isoter di Sungailiat, Bangka. (Bangkapos/Arya Bima Mahendra) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Seorang pria paruh baya ini terlihat sedang sibuk membersihkan kamar-kamar yang menjadi tempat isolasi bagi Pasien Covid-19. Satu persatu tempat tidur beserta bantalnya, ia rapikan, meskipun kini lokasi tempat isolasi terpadu (Isoter) tersebut tampak sepi dan tidak ada pasien sama sekali.

Kegiatan itu Ia lakukan setiap hari, dari satu kamar ke kamar lainnya, dari satu ke ruangan lainnya. Tak hanya bagian dalam ruangan, ketika pagi dan sore hari, pria berkacamata tersebut juga rajin membersihkan dan memotong rumput di halaman sekitar tempatnya bekerja tersebut.

Pria berpenampilan sederhana ini bernama Mahesa (39). Ia merupakan penjaga salah satu tempat isoter di Sungailiat yang ditugaskan ketika kasus covid-19 sedang berada pada puncaknya.

Meski sempat takut dan ragu, dirinya meyakinkan diri kepada sang pencipta agar tetap diberi kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas melayani pasien covid-19 yang sedang menjalani isolasi.

"Urusan sakit dan sehat saya serahkan kepada Allah SWT. Yang terpenting adalah saya sudah berusaha keras sekaligus beribadah dalam menjalankan tugas," kata Mahesa kepada Bangkapos.com, Rabu (12/1/2022).

Hampir setiap hari berinteraksi dengan pasien terpapar virus berbahaya tersebut tak menjadikan Mahesa mundur dari tugasnya yang hanya diganjar dengan gaji sekitar Rp2,1 juta per bulan tersebut.

Sebagai seorang tenaga honorer pemerintahan, Mahesa mengaku sangat bersyukur karena masih diberi rezeki atas keringatnya sendiri.

Meskipun saat ini dirinya berstatus sebagai seorang duda, Mahesa menyebutkan bahwa Ia masih memiliki tanggung-jawab untuk menafkahi anaknya.

Apalagi ia mempunyai seorang ibu yang sudah renta dan perlu diberi biaya untuk hidup sehari-hari. "Cukup enggak cukup ya harus dicukup-cukupi. Yang penting uangnya halal dan hasil jerih payah sendiri," ucap pria asal Desa Kemuja tersebut.

Tak hanya itu, disela-sela pekerjaannya, Is mengaku sempat mengumpulkan kardus-kardus bekas untuk kemudian dijual sebagai penghasilan tambahan.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved