Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pinjam dari Dana PEN, Proyek PPI Sungai Baturusa Bernilai Rp 32,9 Miliar Molor, Ini Penyebabnya

Realisasi pembangunan proyek infrastruktur peningkatan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sungai Baturusa di Bangka Belitung tidak sesuai target.

Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Riki Pratama
Pembangunan Sarana dan Prasarana di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Muara Sungai Baturusa, dimulai 2 Agustus 2021 dengan target selesai 22 Desember 2021. Namun, hingga awal 2022 proyek PPI baru selesai 78 persen, foto diambil Rabu (12/1/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Realisasi pembangunan proyek infrastruktur peningkatan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sungai Baturusa di Provinsi Bangka Belitung tidak sesuai target.

Pengerjaan proyek lebih lambat dari jadwal yang telah ditentukan.

Semula, Pembangunan Sarana dan Prasarana di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Muara Sungai Baturusa, dimulai 2 Agustus 2021 dengan target selesai 22 Desember 2021.

Namun, hingga awal 2022 proyek PPI baru selesai 78 persen.

Padahal pembangunan proyek, telah ditandai dengan penanaman tiang pancang di lokasi proyek, pada, Selasa (24/8/2021) lalu, disaksikan Gubernur Babel, Erzaldi Rosman.

Baca juga: Harga Gas Elpiji 5,5 dan 12 Kg Melonjak, Segini Harganya, Banyak Warga yang Beralih ke Gas 3 Kg

Baca juga: Warga Protes Jalan Raya Rusak Parah, Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan   

Kegiatan proyek dilakukan oleh penyedia jasa PT Biotek Graha Duta, kosultan supervisi PT Reka Prima Consultants dengan nilai kontrak Rp 32,9 miliar.

Dengan pembiayaan bersumber dari Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pinjaman Pemerintah Provinsi Bangka Belitung dari PT Sarana Multi Infrastruktur.

Kabid Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Pemprov Babel, Ichsan Afrizal, mengatakan, pembangunan PPI baru selesai 78 persen.

"Baru 78 persen, penyebab keterlambatan banyak, pertama adalah proses pembongkaran pelaku usaha yang sudah ada disitu. Karena tidak ada anggaran, jadi pendekatan secara persuasif butuh waktu, untuk proses melakukan pembongkaran," kata Ichsan kepada Bangkapos.com, Rabu (12/1/2022) di tempat kerjanya.

Pembangunan Sarana dan Prasarana di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Muara Sungai Baturusa, dimulai 2 Agustus 2021 dengan target selesai 22 Desember 2021. Namun, hingga awal 2022 proyek PPI baru selesai 78 persen, foto diambil Rabu (12/1/2022).
Pembangunan Sarana dan Prasarana di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Muara Sungai Baturusa, dimulai 2 Agustus 2021 dengan target selesai 22 Desember 2021. Namun, hingga awal 2022 proyek PPI baru selesai 78 persen, foto diambil Rabu (12/1/2022). (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Selain itu, faktor lainya, kata Ichsan, terkait dengan persoalan kabel PLN yang memerlukan proses koordinasi. Karena PLN butuh waktu, dengan keterbatasan petugas yang melakukan pembongkaran.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved