Breaking News:

Berita Kriminalitas

Psikis Korban Terganggu,Anggota DPRD Bangka Selatan Minta Pelaku Pencabulan Dihukum Seberat-beratnya

DPRD Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Dian Sersanawati, mengharapkan pelaku tindak pidana pencabulan anak di bawah umur agar di hukum seberat-beratnya

Penulis: Yuranda | Editor: nurhayati
Dok/Dian Sersanwati
Anggota DPRD Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Dian Sersanawati 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Dian Sersanawati, mengharapkan pelaku tindak pidana pencabulan anak di bawah umur agar di hukum seberat-beratnya.

Pasalnya, diduga pelaku MZR (27) merupakan oknum guru silat korban di Kecamatan Airgegas, Bangka Selatan. Kejadian tersebut dilakukan oleh pelaku sebanyak dua kali di tempat berbeda di Kecamatan Airgegas.

Ia juga meminta, kepada aparat penegak hukum dari Polsek Airgegas dapat menghukum seberat-beratnya atas apa  yang telah dilakukan pelaku. Apalagi, korban merupakan seorang anak yang masih berusia belasan tahun.

"Kalau menurut saya peristiwa ini sangat disayangkan, karena anak itu di bawah umur, baru 13 tahun. Mungkin psikis sang anak kedepannya sangat terganggu," sesal Dian saat dikonfirmasi, Rabu (12/1/2022).

Baca juga: Gadis 13 Tahun di Bangka Selatan Diduga Dicabuli Oknum Guru Silat Dua Kali, Ada Bekas Merah di Leher

Baca juga: Pinjam dari Dana PEN, Proyek PPI Sungai Baturusa Bernilai Rp 32,9 Miliar Molor, Ini Penyebabnya

Dian menyebut, diusia sang anak yang notabenya masih terbilang sangat belia seharusnya dibimbing, agar banyak mendapatkan ilmu untuk bisa meraih masa depan yang cerah. Bukan malah dinodai dengan aksi tak terpuji tersebut.

"Persoalan ini nanti akan kita bicarakan ke eksekutif khususnya yang membidangi anak dan perempuan agar kekerasan seperti ini tidak terjadi lagi. Karena akhir-akhir ini marak terjadi dan dilakukan oleh orang terdekat para korban," ungkapnya.

Dian mengimbau untuk para orang tua yang berada di Basel khususnya dapat menjaga sebaik-baiknya anak-anak mereka apalagi perempuan. Baik itu dalam kesehariannya hingga pergaulan sang anak itu sendiri.

"Jangan terlalu dibebaskan dalam ikut sebuah kegiatan. Kalau pun ikut, pantau kegiatannya, kesehariannya juga apalagi anak-anak zaman sekarang ini sudah pegang HP, banyak hal negatif di sana, tumbuh kembang sang anak harus betul-betul dipantau," ucapnya.

Baca juga: Harga Gas Elpiji 5,5 dan 12 Kg Melonjak, Segini Harganya, Banyak Warga yang Beralih ke Gas 3 Kg

Baca juga: Aset Perusahaan Tambang Timah di Bangka Tengah Milik Keponakan Prabowo Subianto Dibakar Warga

Diberitakan sebelumnya, Bunga (nama samaran) gadis 13 tahun di Kecamatan Airgegas, Bangka Selatan, mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari MZR (27) merupakan guru silatnya.

Pasalnya, MZR diduga melakukan tindakan pencabulan anak di bawah umur, dengan cara meraba-raba bagian vital dan mencium leher Bunga hingga meninggalkan tanda merah.

(Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved