Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Anggota Dewan Ini Minta Pemda Optimalkan Budidaya Rumput Laut, Sempat Singgung Perda RZWP3K

Anggota Komisi II DPRD Bangka Belitung, Mansah menilai pemerintah daerah dan dinas terkait belum serius dalam menumbuh dan mengembangkan budidaya

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Anggota Komisi II DPRD Bangka Belitung, Mansah 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Anggota Komisi II DPRD Bangka Belitung, Mansah menilai pemerintah daerah dan dinas terkait belum serius dalam menumbuh dan mengembangkan budidaya rumput laut di Bangka Belitung.

"Pemerintah daerah sendiri, kami melihat masih belum ada keseriusan, dengan penganggaran dalam program dan kegiatan untuk mengembangkan budidaya rumput laut," kata Mansah, Kamis (13/1/2022) kepada Bangkapos.com.

Dia menyebutkan pihak DPRD lebih kepada regulasi, pengawasan dan penganggaran ketika ada sebuah kegiatan.

"Kami sebenarnya pasti akan mendukung dalam kegiatan yang bernilai ekonomi dan membantu masyarakat, sampai hari ini kita belum pernah menolak kegiatan yang bersifat seperti itu," ungkap Mansah.

Baca juga: Gunakan Pelat Palsu, Sebulan Berlalu Pemilik Mobil Sedan Terbakar Masih Misteri

Baca juga: Terseret Kasus Korupsi KMK BRI, Notaris Gemara Dituntut 5 tahun 6 Bulan Penjara

Dia tak memungkiri, rumput laut ini bisa berpotensi memberikan penghasilan asli untuk daerah (PAD).

"Padahal hari ini, kita mendapatkan informasi dari dinas bahwa rumput laut ini sangat potensial untuk ekspor dan banyak permintaan pasar.

Potensi ini jangan dibiarkan begitu saja, mesti cepat dilirik dan dikembangkan untuk menambah penghasilan asli daerah (PAD) untuk masyarakat dan pemerintah daerah," jelasnya.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman saat mengunjungi Pantai Gusung guna memastikan PT Paidi Porang Indonesia untuk berinvestasi budi daya rumput laut di Desa Batu Beriga.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman saat mengunjungi Pantai Gusung guna memastikan PT Paidi Porang Indonesia untuk berinvestasi budi daya rumput laut di Desa Batu Beriga. (Diskominfo Babel)

Disela-sela, dirinya menyebutkan ada yang menjadi kendala dalam budidaya rumput laut di lapangan.

"Kami mengetahui budidaya rumput laut mengalami kendala di lapangan, salah satunya keberadaan rumput laut yang terganggu akibat aktivitas tambang.

Bahkan dia menilai ada beberapa wilayah yang kurang mendapatkan perhatian, yakni untuk wilayah yang berpotensi dilakukan budidaya rumput laut.

"Wilayah tersebut banyak terganggu karena aktivitas tambang ilegal, tanpa ada memperhatikan lingkungan dan itu berdampak kepada petani rumput," bebernya.

Baca juga: Tunggu Kebijakan Pemerintah Pusat, E-KTP Digital dengan QR Code Bakal Diterapkan di Bangka Belitung

Baca juga: Kasus Covid-19 Melandai, Begini Kondisi Sejumlah Tempat Isoter di Kabupaten Bangka    

Mengenai ini, dia berharap agar semua pihak memahami peraturan daerah (perda) Rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (RZWP3K).

"Kami melalui regulasi, perda RZWP3K tentang pota tata ruang di laut, sudah mengkavling beberapa wilayah untuk mengakomodir kepada dinas kelautan dan perikanan mengenai budidaya, salah satunya budidaya rumput laut.

Kita mesti menghargai pola pembagiaan wilayah berdasarkan RZWP3K yang telah diatur, ini mesti dipahami bersama," kata Mansah.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved