Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Gunakan Pelat Palsu, Sebulan Berlalu Pemilik Mobil Sedan Terbakar Masih Misteri

Kasus mobil sedan terbakar usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.331.115 Desa Beluluk

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Mobil sedan yang terbakar di SPBU 24.331.115 Desa Beluluk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah tampak berkarat di jalan belakang Polres Pangkalpinang, Kamis (13/1/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kasus mobil sedan terbakar usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.331.115 Desa Beluluk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung telah sebulan berlalu.

Tepat pada tanggal 13 Desember 2021 lalu, sekitar pukul 20.00 WIB mobil sedan tersebut terbakar, yang mana saat itu masyarakat Kota Pangkalpinang tengah mengalami kelangkaan BBM.

Polisi hingga kini masih menyelidiki kejadian tersebut dan belum ada tanda-tanda akan terungkap.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pangkalpinang, AKP Adi Putra mengatakan, dalam mengungkap kasus tersebut pihaknya sedikit mengalami kesulitan.

Baca juga: Terseret Kasus Korupsi KMK BRI, Notaris Gemara Dituntut 5 tahun 6 Bulan Penjara

Baca juga: Tunggu Kebijakan Pemerintah Pusat, E-KTP Digital dengan QR Code Bakal Diterapkan di Bangka Belitung

Di mana polisi mengalami kendala perihal nomor polisi kendaraan yang palsu, hingga nomor kerangka dan nomor mesin yang juga hancur saat terjadinya kebakaran mobil tersebut.

“Pelatnya juga bodong, kami cek nomor rangka kendaraan dan nomor mesin juga tidak terdaftar. Apa mungkin diubah kita juga tidak tahu. nomor mesin juga tidak jelas lagi ketika dicek di samsat,” ungkap Adi Putra kepada Bangkapos.com, Kamis (13/1/2022).

Adi Putra menyebut, sampai saat ini pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang tahu persis terjadinya kebakaran mobil tersebut.

Mulai dari petugas SPBU hingga masyarakat sekitar maupun petugas kepolisian yang saat itu tengah melakukan pengamanan.

“Iya, memang sudah ada (beberapa orang) yang diperiksa, tetapi hanya sebatas saksi-saksi,” kata Adi Putra.

Meski begitu, dia menegaskan kasus tersebut sampai saat ini masih terus ditangani aparat kepolisian. Apalagi kejadian tersebut terjadi saat kelangkaan BBM jenis Pertalite dan Pertamax.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved