Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pengamat Ekonomi Sebut Ikan Asin Jadi Alternatif Pengganti Lauk, Malah Harganya Ikut-ikutan Naik

Dosen STIE Pertiba Pangkalpinang, Suhardi menilai terjadinya fluktuasi harga ikan segar dalam beberapa waktu terakhir ini

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
TRIBUNNEWS/ABRAHAMDAVID
ikan asin 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dosen STIE Pertiba Pangkalpinang, Suhardi menilai terjadinya fluktuasi harga ikan segar dalam beberapa waktu terakhir ini, dipicu oleh faktor terganggunya pasokan.

Gangguan pasokan ini sebagai akibat dari cuaca sehingga nelayan tidak berani melaut.

"Disisi lain permintaan masyarakat Babel terhadap konsumsi ikan cukup tinggi, ditambah lagi perayaan natal dan tahun baru beberapa waktu lalu.

Tidak dapat dipungkiri bahwa terjadi perbaikan tingkat konsumsi masyarakat sebagai akibat dari membaiknya harga beberapa komoditas seperti timah, lada dan sawit, dengan demikian masyarakat memiliki cukup kemampuan untuk melakukan konsumsi, karena adanya perbaikan daya beli," ungkap Suhardi, Kamis (13/1/2022).

Baca juga: Harga Ikan Naik, Nelayan Sebut Susah Melaut Akibat Cuaca Buruk, Hasil Tangkapan Turun Drastis

Baca juga: Ikan Segar di Pasar Mahal, Pedagang Keluhkan Sepi Pembeli, Ikan Asin Lebih Diminati

Namun tak dipungkiri pula, masyarakat tentunya memilih sumber alternatif sebagai pengganti lauk-pauknya semacam ikan asin yang turut diburu, makanya tidaklah mengherankan jika harga ikan asin juga merangkak naik.

"Hal ini tentu untuk konsumsi jangka pendek dan tidak terus menerus tentu tidaklah menjadi masalah selagi pilihan ikan asin tersebut harus diperhatikan dari sisi tingkat keasinannya, jika terlalu asin tentunya tidaklah baik buat kesehatan," jelasnya.

Dia menilai faktor lain yang penting diperhatikan jangan asal memilih ikan asin, pastikan ikan asin yang dipilih tidak mengandung pengawet yang berbahaya buat Kesehatan semacam formalin.

"Hal lain yang juga perlu menjadi perhatian adalah cara pengolahannya, ikan asin umumnya diolah dengan di goreng, jika anda memiliki masalah Kesehatan tentu pengolahan dengan cara menggoreng tidaklah baik, apalagi saat ini harga minyak goreng juga meningkat," sarannya.

Baca juga: Harga Ikan Laut Masih Melambung Tinggi, Prediksi Harga Normal Bulan Februari

Dia menyebutkan beralihnya masyarakat mengkonsumsi ikan asin, belum tentu menjadi pertanda keadaan ekonomi masyarakat sulit atau dalam keadaan tidak baik-baik saja, peralihan ini masih murni disebabkan karena terjadinya fluktuasi harga akibat terganggunya pasokan ikan, naiknya harga telor, daging, daging ayam ras, selain itu harga sayuran juga melonjak karena faktor cuaca dan pasokan.

"Selain itu, dari sisi permintaan masih cukup baik, masyakat tertolong dengan masih cukup baiknya harga komoditas timah, lada, dan sawit. Faktor lain naiknya harga ikan termasuk ikan asin di Babel, karena masyarakat Babel menyukai mengkonsumsi ikan laut dibandingkan ikan air tawar, jika kita lihat komoditas ikan-ikanan kerap sekali menjadi komoditas penyumbang inflasi di Pangkalpinang maupun Tanjungpandan," kata Suhardi.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved