Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Perairan Bangka Belitung Cocok Budidaya Rumput Laut Namun Terkendala Aktivitas Tambang di Laut

Budidaya rumput laut memiliki potensi yang luar biasa di wilayah Provinsi Bangka Belitung.

Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
bangkapos.com/edwardi
Masyarakat Dusun Tuing bersama mahasiswa KKN UGM Tahun 2015 didampingi tim teknis Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bangka melakukan penanaman bibit rumput laut di perairan laut Dusun Tuing Desa Mapur Kecamatan Riausilip, Jumat (07/08/2015). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Budidaya rumput laut memiliki potensi yang luar biasa di wilayah Provinsi Bangka Belitung.

Namun, pemanfaat rumput laut selama ini belum secara maksimal digarap pemerintah, karena faktor tambang inkonvensional di laut.

Kabid Pengembangan Usaha Perikana Budidaya, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Babel, Arief Febrianto, mengatakan, secara geografi, dan parameter hidrooceanografi, potensi rumput laut sangat cocok di budidayakan di perairan Bangka Belitung.

Terutama, dengan potensi di Kabupaten Belitung, Kabupaten Bangka Selatan dan Kabupaten Bangka Tengah.

"Sejak 2008, Bank Indonesia sudah memulai dengan membuat area untuk budidaya rumput laut di Kabupaten Bangka Selatan. Sejak itu, kegiatan budidaya sudah mulai berkembang hingga di Kabupaten Belitung hingga Kabupaten Belitung Timur," kata Arief kepada Bangkapos.com, Kamis (13/1/2022).

Baca juga: BREAKING NEWS, Nelayan Mancing Dinyatakan Hilang di Perairan Karang Minyang Pantai Pasir Padi

Baca juga: Pencarian Nelayan Pancing yang Jatuh ke Laut Terkendala Cuaca Buruk, Tim SAR Lanjutkan Besok

Ia menambahkan, pada 2008, sudah dilakukan budidaya rumput laut. Daerah yang sudah dilakukan budidaya rumput laut di Kabupaten Bangka, Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Belitung di Kecanatam Badau, Selat Nasik, Membalong dan Sijuk dan Kabupaten Belitung Timur.

Menurutnya, kegiatan pengembangan rumput laut juga selama ini belum menghasilkan pendapatan asli daerah.

"Belum, perkembangan rumput laut belum bisa memenuhi kecukupan rumput laut. Hal ini pada 2013, kegiatan budidaya rumput laut berhenti dikarenakan terkena dampak tambang inkonvensional di laut,"ujarnya.

Dia mengatakan, DKP akan kembali melakukan pemetaan wilayah perairan untuk budidaya rumput laut yang harus steril dari aktivitas yang berdampak pada keberlanjutan kegiatan budidaya rumput laut.

"Kemudian mengedukasi masyarakat dalam hal peluang dan potensi usaha budidaya rumput laut. Ketersediaan pasar untuk keberlanjutan usaha tersebut," terangnya.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved