Breaking News:

Berita Sungailiat

Sempat Ramai Sepuluh Tahun Lalu, Kini Budidaya Rumput Laut Kurang Diminati Masyarakat  

Budidaya rumput laut di Kabupaten Bangka dinilai tidak populer dan kurang diminati oleh masyarakat saat ini. Padahal, sebagai daerah yang banyak pesis

Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bangka, Syafarudin. (Bangkapos/Arya Bima Mahendra) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Budidaya rumput laut di Kabupaten Bangka dinilai tidak populer dan kurang diminati oleh masyarakat saat ini. Padahal, sebagai daerah yang banyak pesisir pantai, rumput laut memiliki potensi yang luar biasa di wilayah Provinsi Bangka Belitung.

Namun sayangnya, dewasa ini sangat sulit menemukan masyarakat yang  membudidayakan rumput laut, termasuk di Kabupaten Bangka.

Sebagai tanaman yang memiliki banyak manfaat, baik dari segi kesehatan maupun untuk bahan konsumsi, Kepala Dinas Perikanan Bangka, Syafarudin mengatakan bahwa saat ini sangat susah menjumpai orang yang membudidayakan rumput laut.

Meski demikian, Syafarudin menyebutkan bahwa sekitar 10 tahun yang lalu, budidaya rumput laut sempat banyak dilakukan oleh para nelayan di pesisir Pantai Tuing dan sekitarnya.

Bahkan, profesi tersebut menjadi salah satu penghasilan tambahan bagi masyarakat sekitar, meskipun belum sempat menyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD).

Ia menceritakan, kala itu pesisir Pantai Tuing dan sekitarnya terdapat banyak tambak ataupun petak-petak kolam yang menjadi tempat budidaya rumput laut.

Bahkan, produksi dari budidaya tersebut berlangsung cukup lancar dan bisa panen setiap tiga bulan sekali.

"Dulu itu hasil budidayanya dikeringkan dan bahkan ada yang dijual menjadi produk olahan makanan seperti keripik, agar-agar dan lain sebagainya," jelas Syafarudin, Kamis (13/1/2022).

Sedangkan saat ini, pihaknya belum menemukan satupun masyarakat Kabupaten Bangka yang membudidayakan rumput laut.

"Karena kalau ada, pasti akan kami pantau dan awasi," ucapnya.

Diakuinya, kurangnya minat masyarakat untuk membudidayakan rumput laut, salah satunya disebabkan karena banyaknya alternatif profesi lain yang lebih menggiurkan.

"Sekarang pilihan profesinya lebih banyak, apalagi harga timah lagi tinggi. Wajar saja para nelayan kurang tertarik membudidayakan rumput laut dan lebih milih jadi penambang sebagai profesi sampingan," katanya.

Terlebih lagi, banyaknya aktivitas penambangan di laut membuat budidaya rumput laut menjadi tantangan tersendiri.

Pasalnya, rumput laut akan mudah mati jika terkena hantaman ombak atau arus yang kuat.

Oleh karena itu, walaupun kedepannya ada bantuan berupa bibit rumput laut dan semacamnya, akan cukup sulit mencari masyarakat yang berminat ingin membudidayakan rumput laut tersebut. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved