Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Suntik Booster Tingkatkan Kekebalan Tubuh, dr Bangun: Untuk Lawan Mutasi Virus Covid-19

Beberapa kabupaten dan kota di Bangka Belitung sudah mulai melaksanakan suntik booster di fasilitas kesehatan

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Mulai Hari Ini Penyuntikan Booster Vaksin Sudah Bisa Untuk Lansia dan Pralansia di Pangkalpinang Gratis 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Beberapa kabupaten dan kota di Bangka Belitung sudah mulai melaksanakan suntik booster di fasilitas kesehatan, Selasa (12/1/2022) kemarin.

Suntik booster ini disasarkan terlebih dulu untuk lansia dan pralansia, dan orang yang rentan teRkonfirmasi positif covid-19.

Penyuntikan booster ini juga nanti akan disasarkan kepada masyaRakat umum.

Jenis vaksin digunakan yakni Pfizer, Sinovac dan AstraZenaca.

Juru Bicara Vaksinasi sekaligus Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Pangkalpinang, dr Bangun Cahyo Utomo mengatakan ada ketentuan dalam pelaksanaan vaksinasi ini di kabupaten dan kota.

Dia menyebutkan, kabupaten yang bisa melaksanakan suntik booster sesuai dengan petunjuk dan teknis yakni daerah yang sudah mencakupi vaksinasi dosis pertama sebesar 70 persen dan cakupan lansia sudah 60 persen.

"Kalau tidak salah berdasarkan data itu, Bangka Tengah belum bisa melakukan karena cakupan lansia masih 56 persen, yang lain sudah bisa melakukan suntik vaksin," ujar dr Bangun, Rabu (13/1/2022).

Dia berharap masyarakat untuk ikut adil menyukseskan program vaksinasi untuk membentuk kekebalan tubuh.

"Sesuai penelitian terjadi penurunan antibodi, maka dilakukan penyuntikan booster agar antibodi meningkat lagi, dengan banyak mutasi Covid-19 yang terjadi sehingga antibodi ini mampu untuk melawan mutasi ini," katanya.

Sementara itu, dr Bangun menyarankan agar masyarakat yang menerima suntik booster tetap melaksanakan protokol kesehatan dan tak lupa konsumsi makanan yang bergizi.

"Kita terus memberikan pemahaman, kita harap jangan ada yang takut, ketika setelah suntik vaksin ada respon tubuh, demam dan sebagainya, bisa minum obat dan makan-makanan bergizi," katanya.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved