Breaking News:

Berita Pangkalpinang

15 Orang bersaksi di Kasus Korupsi BPRS Muntok, Hanya 14 Orang Hadir dari PNS hingga Mantan Dirut

Belasan orang menjadi saksi perkara Tipikor  Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Cabang Muntok, yang menyeret tiga terdakwa

Penulis: Antoni Ramli | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Anthoni Ramli
Sebanyak 15 orang menjadi saksi perkara Tipikor BPRS Muntok, yang menyeret tiga terdakwa Iedil Fadhliyansyah (Staff legal dan Appraisal PT BPRS Bangka Belitung cabang Muntok) Romika (Kabag Marketing), dan Junizar (Admin legal), Jumat (14/1/2022) sore, di Pengadilan Negeri PHI / Tipikor Negeri Kelas 1A, Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Belasan orang menjadi saksi perkara Tipikor  Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Cabang Muntok, yang menyeret tiga terdakwa Iedil Fadhliyansyah (Staff legal dan Appraisal PT BPRS Bangka Belitung cabang Muntok) Romika (Kabag Marketing), dan Junizar (Admin legal).

Sebelumnya, beberapa hari lalu JPU Kejari Bangka Barat, menghadirkan 15 orang saksi dalam perkara tersebut.

Para saksi ini, berasal dari kalangan ASN Pemkab Bangka Barat, direksi,  komisaris dan mantap pimpinan BPRS Babel.

Namun, adanya perubahan serta  penetapan ketua majelis Hakim, membuat sidang pemeriksaan saksi tersebut terpaksa ditunda.

Baca juga: Terbukti Turut Serta di Pusaran Kasus Korupsi KMK BRI, AO Redinal Diganjar Hukuman 4 Tahun Penjara

Baca juga: AO Redinal Dianggap Lalai dan Untungkan Firman Direktur CV HPJ Hingga Miliaran Rupiah

Jumat, (14/1/2022) sore, belasan saksi tersebut kembali dihadirkan di Pengadilan Negeri PHI / Tipikor Negeri Kelas 1A, Pangkalpinang. Namun dari 15 yang dijadwalkan, hanya 14 saksi yang hadir.

Sidang dipimpin ketua majelis Hakim Iwan Gunawan, didampingi dua Hakim anggota MHD Takdir dan Warsono.

Sidang juga dihadiri dua JPU  Agung dan Doddy Praja serta lima kuasa hukum para terdakwa.

Iwan sempat mempertanyakan metode pemeriksaan para saksi kepada JPU dan kuasa hukum para terdakwa.

JPU menginginkan metode pemeriksaan saksi dibagi menjadi dua. Diawali, pemeriksaan saksi dari kalangan ASN pemkab Babar, baru dilanjutkan direksi, komisaris dan eks Pimpinan BPRS Babel.

"Penuntut umum, ini saksinya mau diperiksa secara bersamaan atau seperti apa,"tanya Iwan.

"Terimakasih majelis, kalau bisa di bagi dua saja, diawali  ASN pemkab Babar dulu setelah itu lanjut ke pihak BPRS," jawab Agung.

Baca juga: Kasus Korupsi BPRS Muntok 15 Orang Jadi Saksi, Mulai Kalangan ASN, Komisaris Hingga Petinggi BPRS

Baca juga: Polda Babel Masih Tangani 6 Kasus Tipikor, Mulai dari Alkes hingga Dana Desa dan BPRS

Namun, Leny PH dari terdakwa keberatan atas keinginan JPU tersebut. Sebab baginya, keterangan serta keterkaitan para saksi berbeda.

"Izin yang mulia, kalau untuk internal  BPRS kami kuasa Hukum terdakwa minta diperiksa satu persatu, karena keterkaitan serta tupoksi para saksi ini berbeda beda,"kata Leny.

Nama nama 15 saksi yang dihadirkan JPU ke Pengadilan

1. Yopie Mardiana (PNS
2. Sukraedi (Pensiunan PNS)
3.Elly Sri Darma (PNS)
4.Kamso (PNS)
5.   Herzon (PNS)
6.Abimanyu (PNS)
7. Taufik Rahmansyah (Karyawan BPRS)
8. Aliman (Karyawan Swasta)
9. Chairul Ichwan ( Direktur PT. BPRS Bangka Belitung)
10. Jumali ( Mantan Karyawan BPRS)
11. Helly Yuda ( Advokat Mantan Dirut BPRS )
12. Memet Karyadi ( Direktur Operasional Umum PT BPRS)
13. Radmida Dalam ( PNS, Komisaris PT BPRS Bangka Belitung)
14. Hasyim ( Dewan Pengawas Syariah PT BPRS)
15. Syaiful Zohri (Dewan Pengawas Syariah PT. BPRS)
 

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved