Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Budidaya Rumput Laut Dinilai Potensial di Laut Pulau Nangka, Panen Banyak Tapi Enggak Ada yang Beli

  Sekarang ini sangat sulit menjumpai petani rumput laut di wilayah Provinsi Bangka Belitung yang notabenenya merupakan daerah kepulaua

Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: nurhayati
Dok/Suwandi
Hasil panen budidaya rumput laut milik Suwandi (42), warga asal Pulau Nangka, Desa Tanjung Pura, Sungaiselan, Bangka Tengah. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --  Sekarang ini sangat sulit menjumpai petani rumput laut di wilayah Provinsi Bangka Belitung yang notabenenya merupakan daerah kepulauan dengan pesisir pantai yang luas.

Berbagai macam kendala, mulai dari banyaknya aktivitas penambangan di laut, kurangnya minat masyarakat dan lain sebagainya menjadi alasan budidaya rumput laut sulit ditemui.

Namun, bukan berarti upaya tersebut tidak pernah dilakukan sama sekali. Sekitar pertengahan tahun 2021, seorang pria paruh baya asal Pulau Nangka, Desa Tanjung Pura, Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah pernah melakukan hal tersebut.

Dialah Suwandi (42), seorang nelayan yang pernah mencoba membudidayakan rumput laut dan sempat berhasil hingga panen satu ton lebih.

Baca juga: Membandel TI Tower di Laut Mengkubung Ditertibkan Tim Gabungan, Pekerja dan Pemilik Diamankan

Baca juga: Kejari Bangka Selatan Restoratif Justice Perkara Penggelapan, Ali Bersyukur bisa Kembali ke Keluarga

Diakuinya, kala itu Ia bersama dengan rekannya mencoba membudidayakan rumput laut setelah sebelumnya mendapatkan bantuan bibit sebanyak 30 kilogram dari pemerintah.

"Dari bibit 30 kilogram itu kami sempat dapat hasil panen sampai satu ton lebih," ucap Suwandi, Jumat (14/1/2022).

Kemudian, dari hasil panen itu, sekitar 300 kilogramnya dijual dengan harga tawaran dari pembeli senilai Rp5.000 per kilogram dan sisanya kembali dijadikan bibit untuk budidaya.

Oleh karena itu, menurutnya budidaya rumput laut dinilai cukup potensial di perairan sekitar Pulau Nangka. Terlebih lagi, tidak ada perawatan ataupun pemeliharaan yang khusus untuk melakukan budidaya tersebut.

"Alat-alatnya paling cuma pakai tali sama kayu penunjang. Enggak perlu ada pupuk dan lain-lain," ujarnya.

Hasil panen budidaya rumput laut milik Suwandi (42), warga asal Pulau Nangka, Desa Tanjung Pura, Sungaiselan, Bangka Tengah.
Hasil panen budidaya rumput laut milik Suwandi (42), warga asal Pulau Nangka, Desa Tanjung Pura, Sungaiselan, Bangka Tengah. (Dok/Suwandi)

Meski begitu, Suwandi menyebutkan bahwa tingginya arus laut dan angin kencang kerap menyebabkan budidaya rumput laut menjadi gagal.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved