Breaking News:

Berita Sungailiat

Dua Minggu Berjualan di Sekitar Lokasi Pertambangan, Tina Akui Warungnya Ramai Diserbu Pembeli

Tak hanya menjadi berkah bagi para penambang, tingginya harga timah juga memberikan rezeki tersendiri kepada masyarakat, khususnya bagi ibu-ibu.

Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra
Sejumlah bangunan warung semi permanen yang berjualan di sekitar lokasi penambangan di Kampung Pasir, Sungailiat, Bangka, Jumat (14/1/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --  Tak hanya menjadi berkah bagi para penambang, tingginya harga timah juga memberikan rezeki tersendiri kepada masyarakat, khususnya bagi ibu-ibu.

Misalnya, Tina (32), warga lingkungan Kampung Nelayan 2 Sungailiat yang membuka warung sederhana di sekitar lokasi pertambangan di Kawasan Kampung Pasir, Sungailiat, Bangka.

Setidaknya, ada sekitar dua sampai tiga warung yang berjualan di sekitar lokasi pertambangan yang terlihat ramai dengan puluhan bahkan ratusan motor yang sedang terparkir.

Baca juga: BREAKING NEWS, Dilalap Si Jago Merah, Satu Unit Rumah di Desa Tepus Rata Dengan Tanah

Baca juga: Terbongkar Ada 3 ABG Jadi Korban Pencabulan Oknum Guru Silat di Bangka Selatan, Pelaku Buat Video

Warung semi permanen yang dibuat dengan konstruksi berupa kayu, papan dan terpal tersebut menjadi tempat persinggahan yang tepat bagi para penambang untuk beristirahat.

Sejumlah bangunan warung semi permanen yang berjualan di sekitar lokasi penambangan di Kampung Pasir, Sungailiat, Bangka, Jumat (14/1/2022).
Sejumlah bangunan warung semi permanen yang berjualan di sekitar lokasi penambangan di Kampung Pasir, Sungailiat, Bangka, Jumat (14/1/2022). (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Berbagai jenis minuman sachet dan kopi menjadi deretan produk yang dijual oleh Tina di warung miliknya. Tak hanya itu, sejumlah cemilan hingga mie instan juga ia jajakan kepada orang-orang yang berbelanja mendatangi warungnya.

Para pembeli yang mayoritasnya adalah para penambang pun datang silih berganti untuk sekedar berhenti duduk sambil menghisap sebatang rokok.

"Yuk, kopi pahit panas satu," ucap seorang pembeli.

Dengan sigap, Tina pun membuatkan pesanan tersebut menggunakan gelas sederhana namun cocok dinikmati di sela-sela waktu istirahat.

Sejumlah bangunan warung semi permanen yang berjualan di sekitar lokasi penambangan di Kampung Pasir, Sungailiat, Bangka, Jumat (14/1/2022).
Sejumlah bangunan warung semi permanen yang berjualan di sekitar lokasi penambangan di Kampung Pasir, Sungailiat, Bangka, Jumat (14/1/2022). (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Kepada Bangkapos.com, Jumat (14/1/2022), Tina mengaku bahwa dirinya baru berjualan sekitar dua minggu di lokasi pertambangan tersebut.

"Kalau mau dibilang ramai ya lumayan lah, ada terus pembelinya," kata Tina.

Baca juga: Siap-siap, Polisi Gelar Razia Kendaraan dengan Pelanggaran Ini, Simak Sanksinya Jika Tertangkap

Baca juga: Tersangka Lakalantas Bersyukur Bisa Bebas Berkat Restorative Justice, Disaat Istri Sedang Hamil

Ia menyebutkan, bahwa warung miliknya mulai buka dari jam 06.00 WIB pagi hingga menjelang magrib. Bahkan dirinya berencana membuka warung sampai malam hari jika ada penerangan yang memadai.

"Di sini belum ada listriknya, soalnya ini lokasinya kan agak masuk-masuk ke dalam," terangnya.

Diakuinya, lokasi pertambangan tempat ia berjualan memang cukup ramai. Bahkan, motor-motor milik penambang kadang kala parkir berjejer hingga ke pinggir-pinggir jalan raya.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved