Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Harga Ikan Segar Selangit, Anggota Dewan Ini Minta Pemerintah Berikan Solusi

Harga Ikan Melambung Tinggi Anggota Dewan minta Pemerintah fokus dan memikirkan harga komoditi yang terus meningkat.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Harga Ikan Melambung Tinggi Anggota Dewan minta Pemerintah fokus dan memikirkan harga komoditi yang terus meningkat.

Wakil ketua komisi II DPRD Kota Pangkalpinang, Fraksi PKS, Rio Setiadi menyebut, pemerintah daerah perlu juga untuk memikirkan jika memang harga ikan yang terus naik sebagaimana sembako.

Kendati faktor utama penyebab harga ikan naik, kata Rio memang seharusnya ada solusi apa yang dikeluhkan masyarakat tersebut.

"Kami sampai dengan hari ini belum mendapatkan informasi terkait dengan tingginya harga ikan, memang harganya relatif fluktuatif, artinya bisa naik-turun tergantung dengan kondisi cuaca. Karena memang informasi dari BMKG dua bulan terakhir Bangka Belitung mengalami cuaca yang cukup ekstrem," kata Rio kepada Bangkapos.com, Jumat (14/1/2022).

Baca juga: BREAKING NEWS, Dilalap Si Jago Merah, Satu Unit Rumah di Desa Tepus Rata Dengan Tanah

Baca juga: Pemkot Pangkalpinang Targetkan 70 Persen dari Sasaran Vaksinasi Dapatkan Booster Vaksin

Justru ia lebih kasihan melihat para nelayan yang mencari ikan, meskipun jumlahnya tak banyak.

"Walaupun tidak banyak tetapi ada juga masyarakat Pangkalpinang yang berprofesi sebagai nelayan. Kalau menurut saya justru yang harus dipikirkan adalah mereka yang berprofesi sebagai nelayan, karena dengan tingginya harga ikan tetap saja akan ada yang beli dan tanpa ikan, masyarakat kita masih bisa beralih pada komoditi yang lain, seperti ikan air darat ataupun pilihan lauk pauk lainnya," sebutnya.

"Cuaca seperti hari ini tentu membuat para nelayan akan kesulitan untuk mencari ikan, sehingga jumlahnya terbatas dan harga ikan menjadi naik," tambahnya.

Menurut Rio, bisa jadi kenaikan harga ikan ini dikarenakan mahalnya harga harga ayam potong sehingga masyarakat melakukan pergantian pilihan dari ayam potong ke ikan air laut.

"Selain faktor cuaca dan faktor kenaikan harga komoditi lainnya nya perlu juga dicek ke lapangan oleh dinas terkait permasalahan faktual nya," bebernya.

Baca juga: Terbukti Turut Serta di Pusaran Kasus Korupsi KMK BRI, AO Redinal Diganjar Hukuman 4 Tahun Penjara

Baca juga: AO Redinal Dianggap Lalai dan Untungkan Firman Direktur CV HPJ Hingga Miliaran Rupiah

Dia menilai, saat ini memang semua komoditi mengalami hal yang sama masyarakat terpaksa harus menyesuaikan.

"Sebenarnya seperti ini, jangankan ikan yang merupakan komoditi non pokok, minyak goreng, ayam potong, telur ayam, mengalami kenaikan yang tentu saja di luar kendali kita, artinya nya masyarakat terpakasa menyesuaikan dengan kondisi hari ini termasuk mahalnya harga ikan," jelasnya.

"Atau bisa saja kita membatasi ekspor ikan laut ke luar Bangka, namun tentu ini kurang bijak karena para nelayan ataupun para pengusaha pun ingin mendapatkan keuntungan dari hasil mencari ikan," ungkap Rio.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved