Breaking News:

Berita Kriminalitas

Kejari Bangka Selatan Restoratif Justice Perkara Penggelapan, Ali Bersyukur bisa Kembali ke Keluarga

Kho Pin alias Ali dibebaskan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Selatan, melalui mekanisme retorative justice

Penulis: Yuranda | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Yuranda
JPU Kejari Bangka Selatan melepaskan rompi tahanan Kho Pin alias Ali, tanda sudah dibebaskan atas perkara penggelapan buah sawit milik PT Bangka Malindo Lestari melalui retorative justice (Rj) di Ruang Pertemuan Kejari Basel, Jumat (14/1/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kho Pin alias Ali dibebaskan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Selatan, melalui mekanisme retorative justice (Rj) atau keadilan restoratif, di Ruang Pertemuan Kejari Basel, Jumat (14/1/2022).

Perkara tindak pidana umum yang dialami Ali yakni penggelapan buah sawit milik perusahaan kelapa sawit PT Bangka Malindo Lestari di Desa Sebagin Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan.

Ali sempat ditahan di Rutan Polsek Simpangrimba selama 52 hari. Hingga perkaranya dihentikan oleh Kejari Bangka Selatan, melalui RJ dengan dasar kedua bedua bela pihak menyetujuinya.

"Terimakasih kepada Kejari Bangka Selatan dari awal sudah memfasilitasi untuk mengrestoratif justice (RJ) atas perkara yang saya alami," kata Kho Pin alias Ali, Jumat (14/1/2022).

Baca juga: Terbongkar Ada 3 ABG Jadi Korban Pencabulan Oknum Guru Silat di Bangka Selatan, Pelaku Buat Video

Baca juga: Siap-siap, Polisi Gelar Razia Kendaraan dengan Pelanggaran Ini, Simak Sanksinya Jika Tertangkap

Katanya, atas perkara ini dirinya sempat ditahan di Rutan Polsek Simpang Rimba selama 52 hari. Saat menjalani hukum ia diperlakukan dengan sangat baik oleh pihak kepolisian.

"Saya sangat mengucapkan terima kasih sehingga saya bisa berkumpul lagi dengan keluarga, dan saya berjanji tidak akan mengulangi lagi," ucapnya.

Proses penghentian penuntutan dipimpin Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangka Selatan, Yanuar Utomo dihadiri tersangka Kho Pin Alias Ali, perwakilan PT BML serta Kepala Desa Sebagin.

Pelepasan borgol dari tangan tersangka tanda perkara dihentikan dan tersangka dibebaskan dari tuntutan peradilan.

JPU Kejari Bangka Seletan berfoto bersama Kho Pin alias Ali, tanda sudah dibebaskan atas perkara penggelapan buah sawit milik PT Bangka Malindo Lestari melalui retorative justice (Rj) di Ruang Pertemuan Kejari Basel, Jumat (14/1/2022).
JPU Kejari Bangka Seletan berfoto bersama Kho Pin alias Ali, tanda sudah dibebaskan atas perkara penggelapan buah sawit milik PT Bangka Malindo Lestari melalui retorative justice (Rj) di Ruang Pertemuan Kejari Basel, Jumat (14/1/2022). (Bangkapos.com/Yuranda)

Yanuar Utoma menyampaikan bahwa, alasan penghentikan perkara diantaranya, tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana.

Telah adanya kesepakatan perdamaian antara korban dan tersangka, dan memenuhi kerangka pikir keadilan restoratif. Selain itu, sudah mendapat persetujuan dari Jaksa Agung

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved