Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kejari Hentikan Tuntutan Kasus Orangtua Curi Hp untuk Sekolah Anak, Begini Tanggapan Akademisi Hukum

 Kejaksaan Negeri (Kejari) kota Pangkalpinang menghentikan penuntutan kasus pencurian handphone, inisial RC

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Ist/Jefferdian
Terdakwa pencurian handphone dengan inisial RC menangis dan memeluk erat Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang Jefferdian usai tuntutannya dihentikan, Jumat (14/01/2022) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kejaksaan Negeri (Kejari) kota Pangkalpinang menghentikan penuntutan kasus pencurian handphone, inisial RC.

Penghentian tuntutan ini berdasarkan kedilan restoratif atau Restorative Justice dalam perkara tindak pidana pencurian (Pasal 362 KUHP) atas terdakwa inisial RC dengan dasar surat ketetapan penghentian penuntutan Kajari Pangkal Pinang Nomor: 01L.9.10.3/Eoh.2/01/2022 Tanggal 13 Januari 2022.

Sebelumnya, terdakwa inisial RC dituntut pada perkara pencurian.

Pasalnya RC mencuri handhphone jenis Xiaomi Redmi 2 milik korban NT di Alun-alun Taman Merdeka.

Motif terdakwa mencuri agar bisa digunakan anaknya untuk sekolah online.

Baca juga: Orangtua Mencuri Handphone Agar Anak Bisa Sekolah Online, Kejari Hentikan Tuntutan

Baca juga: Kejari Bangka Selatan Restoratif Justice Perkara Penggelapan, Ali Bersyukur bisa Kembali ke Keluarga

Penghentian penuntutan tersebut juga telah disetujui oleh Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung RI.

RC pun menangis usai tuntutan dihentikan dan usai Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang Jefferdian memberikan handhphone untuk anaknya.

Menyikapi fenomena ini, Dekan Fakultas Hukum sekaligus Dosen Hukum UBB, Dr Dwi Haryadi mengatakan penegakan hukum itu untuk mewujudkan keadilan.

"Demikian kiranya yang diajarkan oleh Prof Satjipto Rahardjo, jadi penegakan hukum adalah cara untuk mewujudkan keadilan dan bukan justru ketidakadilan. Teks-teks hukum dalam undang-undang itu bersifat normatif tapi dia tidak kaku ketika diterapkan didunia nyata yang tujuannya mulia yakni keadilan," jelas Dwi, Jumat (14/1/2022) kepada Bangkapos.com.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang Jefferdian menyerahkan satu unit handphone kepada anak pelaku pencurian yang terpaksa mencuri handphone demi anaknya bisa belajar online. Namun Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang menghentikan penuntutan berdasarkan kedilan restoratif atau Restorative Justice dalam perkara tindak pidana pencurian (pasal 362 KUHP) atas terdakwa inisial RC  usai tuntutannya dihentikan, Jumat (14/012022).
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang Jefferdian menyerahkan satu unit handphone kepada anak pelaku pencurian yang terpaksa mencuri handphone demi anaknya bisa belajar online. Namun Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang menghentikan penuntutan berdasarkan kedilan restoratif atau Restorative Justice dalam perkara tindak pidana pencurian (pasal 362 KUHP) atas terdakwa inisial RC usai tuntutannya dihentikan, Jumat (14/012022). (Ist/Jefferdian)

Dia menyebutkan, dengan itu penegak hukum tidak hanya jadi corong undang-undang tapi menerapkannya dengan hati nurani.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved