Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Tambak Udang Makin Marak, Badan Karantina Babel Bakal Launching Aplikasi Satam Kaolin  

Kantor Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Bangka Belitung (Babel) bakal melaunching Aplikasi Periksa Tambak Udang menggunakan karantin

Penulis: Riki Pratama | Editor: Fery Laskari
Bangkapos.com/Dok
Ilustrasi: Sebuah Tambak Udang Vaname yang ada di Kabupaten Bangka. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kantor Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Bangka Belitung (Babel) bakal melaunching Aplikasi Periksa Tambak Udang menggunakan karantina online (Satam Kaolin) menggunakan sistem handphone android. Direncanakan, aplikasi bakal dilaunching pada Maret mendatang.

Kepala BKIPM Babel, Dedy Arief Hendriyanto, mengatakan aplikasi ini nantinya dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pengusaha perikanan, tambak udang dan pembudidaya ikan. 

"Nanti di Aplikasi Satam Kaolin ini, masyarakat bisa mengetahui terkait perizinan dan lainnya. Termasuk jenis virus udang, ikan, bakteri, kualitas air dan lainnya," kata Kepala BKIPM Babel, Dedy Arief Hendriyanto kepada wartawan, Jumat (14/1/2022).

Dengan adanya aplikasi Satam Kaolin ini, kata Dedy, diharapkan Balai Karantina dapat memetakan daerah mana saja yang rentan penyakit.

"Sehingga kedepannya bisa direkomendasikan kepada pengusaha jangan budidaya di daerah itu akan merugikan investasinya. Jadi bisa diantisipasi terlebih dahulu, agar investor ini tidak rugi," terangnya.

Dedy mengatakan, pihaknya selain sebagai fungsi pelayanan, tetapi juga dapat mengantisipasi masuknya benih ikan atau benur yang dikhawatirkan merugikan sosial dan ekonomi masyarakat.

"Jadi fokus awal kami di tambak udang, mengingat euforia tambak udang ini sebab harus dikendalikan penyakitnya. Setelah itu ke budidaya ikan baik ikan konsumsi maupun ikan hias,"katanya

Ia mengharapkan kerjasama dari pengusaha atau investor tambak udang/ ikan, untuk dapat menjamin kesehatan benur apabila diperiksa melalui laboratorium nantinya.

"Karema ada peluang untuk pengembangan pembenihan udang mandiri di Pulau Bangka dengan melibatkan BKIPM debagai Quality Assurance Mandatory KKP, agar dapat termonitor perkembangannya melalui Early Warning System. Laboratorium kami telah tersertifikasi ISO 17025, 17020 dan 9001, oleh karena itu periksakan benih udangnya sebelum tebar di tambak," ujarnya.

Dedy mengatakan pihaknya, ingin sekali membantu pengusaha, sehingga setiap benih, kualitas air, dan lainya benar-benar berkualitas ekspor. Dengan cara melalui pemeriksaam dari BKIPM, sehingga mencegah penolakan dari negara tujuan karena tidak adanya rekomendasi.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved