Breaking News:

Berita Bangka Barat

Tersangka Lakalantas Bersyukur Bisa Bebas Berkat Restorative Justice, Disaat Istri Sedang Hamil

Tersangka Juanda (26) warga Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka yang terlibat perkara kecelakaan lalu lintas, kini terbebas dari tuntutan hukum

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: nurhayati
Ist/Kejari Bangka Barat
Kejari Bangka Barat saat berkomunikasi dengan Tersangka J via video call. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Tersangka Juanda (26) warga Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka yang terlibat perkara kecelakaan lalu lintas, kini terbebas dari tuntutan hukum berkat penerapan restorative justice yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat

Sebelumnya diketahui Juanda sempat terlibat kecelakaan lalu lintas di Kecamatan Kelapa pada Jumat (29/10/2021) lalu, dengan korban Muharram yang juga berstatus sebagai saksi. 

"Tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, merasa bersyukur dapat restorative justice ini. Terlebih istri saya sedang mengandung, terimakasih kepada pihak Kejari Bangka Barat dan semuanya," ungkap Juanda, Jum'at (14/01/2022). 

Baca juga: Orang tua Rela Mencuri Handphone Agar Anak Bisa Sekolah Online, Kejari Hentikan Tuntutan  

Baca juga: Dalam Kurun Waktu Dua Hari, JR Gasak Dua Sepeda Motor, Lalu Begini Nasibnya  

Kajari Bangka Barat Helena Octavianne mengatakan kebebasan didapatkan setelah restorative justice yang diajukan oleh tersangka J, disetujui oleh Jampidum Kejaksaan Republik Indonesia, pada Kamis (13/1/2022) kemarin. 

"Kami menghentikan penuntutan berdasarkan upaya keadilan restoratif, yang telah terpenuhi terhadap tersangka berinisial J," ucap Helena Octavianne

Tersangka Juanda oleh Jaksa Penuntut Umum disangkakan telah melanggar Pasal 310 ayat (3) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 

Baca juga: Tambak Udang Makin Marak, Badan Karantina Babel Bakal Launching Aplikasi Satam Kaolin  

Terdapat beberapa pertimbangan tersangka Juanda dapat memperoleh restorative justice, satu diantaranya telah melakukan perdamaian tanpa syarat dengan korban yang dilakukan pada Rabu (05/01/2022) lalu. 

"Berdasarkan Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif, dengan alasan dan pertimbangan tersangka dan korban telah melakukan perdamaian tanpa syarat dan memohon untuk dilakukan keadilan restoratif. Tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, tindak pidana yang dilakukan diancam tidak lebih dari lima tahun penjara, masyarakat merespon positif, dan tercapainya tujuan hukum kemanfaatan, keadilan dan kepastian hukum," ungkapnya.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved