Breaking News:

Tribunners

Inovasi Teknologi, Upaya Mewujudkan Kedaulatan Pangan

Persoalan pangan bagi bangsa Indonesia, dan juga seluruh bangsa di dunia merupakan persoalan dasar

Editor: suhendri

Oleh: Ir. Muhammad Taufiq Alamsyah, S.Pt, M.Sc, IPP - Pejabat Fungsional Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

PANGAN sebagai kebutuhan dasar umat manusia memang tidak akan pernah habis untuk dibahas, di mana Bung Karno pun dalam pidatonya tahun 1952 pernah menyatakan bahwa "Pangan adalah soal hidup matinya rakyat". Pernyataan ini seakan-akan menjadi pesan konkret tentang pentingnya keberadaan pangan di suatu negara yang berdaulat.

Persoalan pangan bagi bangsa Indonesia, dan juga seluruh bangsa di dunia merupakan persoalan dasar, yang hingga kini masih memiliki tingkat urgensi tertinggi dan menarik untuk diulas. Dikutip dari harian Jawa Pos tanggal 10 Mei 2021, Soekarwo sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden pernah menyatakan bahwa "populasi penduduk dunia diprediksi mengalami kenaikan hingga 9,8 miliar pada 2050, yang tentunya akan mendorong peningkatan kebutuhan yang besar terhadap pangan, air, dan energi".

Ditambah lagi dengan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini, juga turut menyadarkan umat manusia untuk menyiapkan berbagai upaya dan terobosan menghadapi berbagai ancaman krisis, terutama krisis pangan. Intinya adalah suatu negara yang berdaulat pun, masih belum dikatakan sepenuhnya merdeka, jika masih belum mampu mewujudkan ketahanan pangan di negaranya.

Di Indonesia, pangan menjadi isu strategis karena sangat berkaitan erat dengan sosial, ekonomi, dan politik. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan juga telah mengamanatkan, bahwa upaya mewujudkan ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat. Dengan kata lain kedaulatan pangan menjadi misi penting yang harus diwujudkan pemerintah, yang tentunya juga dengan dukungan dari segenap rakyatnya.

Kedaulatan pangan yang dimaksudkan di sini adalah konsep pemenuhan kebutuhan pangan melalui pemanfaatan sumber daya dan kearifan lokal. Kedaulatan pangan juga merupakan konsep pemenuhan hak pangan yang memenuhi aspek kualitas dan kuantitas, yang diproduksi dengan sistem pertanian berkelanjutan (secara ekonomi, sosial, dan lingkungan).

Kedaulatan pangan dalam dalam kerangka "Sistem Pangan Nasional" terdiri atas beberapa bagian penting meliputi sistem pertanian, sistem industri, sistem logistik dan pergudangan, sistem distribusi dan perdagangan, serta sistem kelembagaan pangan. Di era revolusi industri 4.0 saat ini, maka peran teknologi menjadi sangat vital dalam menjaga kerangka Sistem Pangan Nasional guna mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia.

Dalam sistem pertanian, teknologi dapat menjadi perangsang tumbuhnya agroindustri pangan lokal yang sangat berdekatan dengan konsep ekonomi kerakyatan melalui diversifikasi produk pangan lokal. Dalam konteks ini, maka inovasi teknologi menjadi suatu keharusan, yang tentunya harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang terlibat dalam upaya produksi pangan berbasis sumber daya lokal.

Dari sisi sistem industri, teknologi menjadi dasar penentuan kualitas suatu industri pangan skala besar, yang saat ini di Indonesia banyak berkecimpung dari hulu hingga hilir. Industri pangan di Indonesia harus mampu berperan sebagai penyedia bahan baku pangan yang utama, dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional. Selain itu, industri juga mempunyai tanggung jawab langsung dalam pencapaian status kesehatan dan gizi masyarakat yang lebih baik, berkaitan dengan perannya sebagai penyedia pangan masyarakat.

Di sisi lain, sistem logistik dan pergudangan produk pangan juga membutuhkan input teknologi guna menjamin ketersediaan dan kualitas pangan bagi masyarakat. Aplikasi teknologi yang tepat guna akan mendukung kinerja sistem logistik pangan dalam memastikan penyediaan pangan ke rumah tangga dan setiap individu dalam memenuhi kebutuhan pangan secara tepat kuantitas, tepat kualitas, tepat waktu, dan dengan biaya logistik distribusi seefisien mungkin.

Halaman
123
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved