Breaking News:

Tribunners

Menakar Kebijakan bagi Sekolah Swasta

Pada tahun 2021 saja, sedikitnya 1 SMA swasta di Kota Pangkalpinang terpaksa harus tutup

Editor: suhendri
Menakar Kebijakan bagi Sekolah Swasta
ISTIMEWA
Kartika Sari, M.Pd.I - Guru SMA Muhammadiyah Pangkalpinang

PADA tahun 2022, wacana pemerintah akan membangun lima sekolah baru, khususnya sekolah menengah atas (SMA) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dinilai sebagai sebuah ancaman bagi keberlanjutannya sekolah-sekolah swasta yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini.

Adapun rencana lokasi pembangunan SMA tersebut berada di Kota Pangkalpinang dan empat kabupaten yaitu Kabupaten Bangka (Sungailiat), Kabupaten Bangka Tengah (Simpangkatis), Kabupaten Bangka Selatan (Jeruji), dan Kabupaten Belitung (Membalong).

Hal ini bukan tidak beralasan mengingat perkembangan dan keadaan sekolah swasta yang memprihatinkan. Pada tahun 2021 saja, sedikitnya 1 SMA swasta di Kota Pangkalpinang terpaksa harus tutup, dan paling banyak sekolah swasta lainnya mengalami krisis siswa dikarenakan tidak seimbangnya antara jumlah lulusan dengan daya tampung sekolah.

Hal demikian tidak saja terjadi pada tingkat SMA, sekolah menengah kejuruan (SMK), dan madrasah aliah (MA) swasta saja, tetapi juga terjadi pada tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan di beberapa daerah terjadi juga pada tingkat sekolah dasar (SD).

Menurut data yang terhimpun, berdasarkan data penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2020, jumlah data peserta ujian, siswa SMP/MTs Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2020/2021 berjumlah 19.761 orang, dengan rincian Kota Pangkalpinang berjumlah 3.352 orang, Kabupaten Bangka 4.240 orang, Kabupaten Bangka Barat 2.461 orang, Kabupaten Bangka Tengah 2.755 orang, Kabupaten Bangka Selatan 2.887 orang, Kabupaten Belitung 2.667 orang, dan Kabupaten Belitung Timur 1.399 orang.

Berdasarkan SK Kepala Dinas Pendidikan (kadisdik) No.188.44/087/DISDIK/2020, dan M0.188.44/99/DISDIK/2020 jumlah rombongan belajar (rombel) SMA/SMK negeri total 485 rombel dan daya tampung SMA/SMK negeri sebanyak 17.460 orang, dengan rincian rombel SMAN/SMKN di Pangkalpinang berjumlah 74 rombel dengan daya tampung 2.664, Bangka 84 rombel dengan daya tampung 3.024 orang, Bangka Barat 70 rombel dengan daya tampung 220 orang, Bangka Tengah 74 rombel dengan daya tampung 2.664 orang, Bangka Selatan 70 rombel dengan daya tampung 2.520, Belitung 60 rombel dengan daya tampung 2.160 orang, dan Belitung Timur 53 rombel dengan daya tampung 1.908 orang.

Sedangkan jumlah rombel dan daya tampung untuk SMA/SMK swasta berjumlah 161 rombel, dan daya tampung berjumlah 5.796 orang, dengan rincian Kota Pangkalpinang 40 rombel dengan daya tampung 1.440 orang, Bangka 51 rombel dengan daya tampung 1.836 orang, Bangka Barat 20 rombel dengan daya tampung 720 orang, Bangka Tengah 2 rombel dengan daya tampung 72 orang, Bangka Selatan 15 rombel dengan daya tampung 540 orang, Belitung 20 rombel dengan daya tampung 720 orang, dan Belitung Timur 13 rombel dengan daya tampung 468 orang.

Dilihat dari total daya tampung adalah 23.256, dengan rincian Pangkalpinang 4.104 orang, Bangka dengan total daya tampung 4.860 orang, Bangka Barat 3.240 orang, Bangka Tengah 2.736 orang, Bangka Selatan 3.060 orang, Belitung dengan total daya tampung 2.880 dan Belitung Timur 2.376 orang.

Berdasarkan data yang disajikan di atas, terlihat bahwa antara jumlah peserta UN SMP/MTs dengan total daya tampung yang dibutuhkan tidak seimbang. Misalnya di Kota Pangkalpinang sendiri jumlah peserta UN SMP/MTs 3.352 siswa dan total daya tampung 4.104 orang siswa. Data ini menunjukkan bahwa terdapat kekurangan 752 siswa dan ini memberi gambaran bahwa sekolah-sekolah swasta yang ada di Kota Pangkalpinang akan mengalami krisis siswa.

Sebenarnya hal ini bukan hanya terjadi pada sekolah swasta saja, tetapi juga pada salah satu sekolah negeri di Pangkalpinang, siswa yang mendaftar hanya 90 orang calon peserta didik sehingga pemerintah khususnya dinas pendidikan dalam hal ini melakukan perpanjangan masa pendaftaran untuk mengisi kekurangan tersebut. Untuk kabupaten-kabupaten yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, penurunan jumlah siswa tidak terlalu signifikan terjadi seperti halnya di Kota Pangkalpinang.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved