Breaking News:

Tribunners

Menciptakan Kebahagiaan Hidup Menurut Filsafat Ilmu

Menurut konsep Stoicism, jalan termudah untuk menuju kebahagiaan dapat didasari pada beberapa prinsip seperti kemampuan dalam melihat diri sendiri

Editor: suhendri
Menciptakan Kebahagiaan Hidup Menurut Filsafat Ilmu
ISTIMEWA
Mia April L - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

ANGKA bunuh diri di Indonesia tak bisa dibilang sepele. Kasus serius yang sering dilupakan ini cukup tinggi, namun hanya saja tidak dilaporkan dengan beberapa alasan. Seperempat alasan terjadinya bunuh diri adalah ketidakmampuan untuk menciptakan kebahagian diri sendiri karena mempunyai masalah, mengalami galau, stres, serta depresi.

Dalam filsafat ilmu, menciptakan kebahagiaan hidup lebih dikenal dengan filosofi Stoicism. Filosofi yang berasal dari Yunani pada awal abad ke-3 sebelum Masehi menjelaskan bahwa semua hal yang terjadi dalam hidup manusia itu bersifat netral. Stoicism juga meminta kita untuk bertanggung jawab atas cara pandang kita terhadap sesuatu.

Para filsuf Stoic menganggap kebahagiaan itu bukan untuk dikejar melainkan lebih memfokuskan pada cara bagaimana mengurangi emosi negatif, mulai dari marah, sedih, stres, depresi dan juga galau. Dengan memperbaiki nalar tersebut, maka kita akan lebih mampu mengendalikan perilaku kita dalam menghadapi emosi.

Menurut konsep Stoicism, jalan termudah untuk menuju kebahagiaan dapat didasari pada beberapa prinsip seperti kemampuan dalam melihat diri sendiri, dunia, serta manusia lain secara objektif dan menerima mereka apa adanya. Kemudian, bisa dengan disiplin untuk mencegah diri sendiri dan dikendalikan oleh keinginan untuk bahagia atau takut terhadap rasa sakit dan juga penderitaan.

Pada konsep ini sebenarnya berfokus pada hal-hal yang kita kendalikan dan menyadari bahwa memang ada beberapa hal yang bisa kita kendalikan. Saat kita berfokus pada apa yang bisa kita kendalikan, maka kita akan merasa berguna, efektif, dan bisa memecahkan sebuah masalah dengan mudah.

Jadi, untuk mendapatkan kebahagiaan serta ketenangan hidup dalam filsafat ilmu mengajarkan kita untuk bisa mengendalikan bagaimana cara kita berpikir dan mengatur emosional, bersahabat dengan alam.

Kemudian, lebih baik menuliskan hal-hal yang kita rasakan saat kesal dengan sesuatu yang bersifat sepele karena jika diungkapkan bisa berdampak buruk untuk ke depannya serta tidak memperumit suatu masalah.

Selain itu, cobalah untuk menceritakan masalah kepada orang terdekat atau psikolog. Dan yang terakhir selalu bersyukur dan menerima apa pun yang terjadi dengan ikhlas. (*)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved