Breaking News:

Video

Pondasi Tergerus Air, Jembatan Cengel Turun

Badan jalan Dusun Bokor Desa Air Duren Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka terpantau hampir putus tergerus air sungai yang melewati pinggir jalan.

Penulis: tidakada004 | Editor: nurhayati

BANGKAPOS.COM -- Badan jalan Dusun Bokor Desa Air Duren Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka terpantau hampir putus tergerus air sungai yang melewati pinggir jalan.

Searah jalan yang sama juga terpantau jembatan beton Dusun Cengel Desa Jurung Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka bagian pondasi jembatan tergerus air sungai, sehingga plat duikers jembatan turun ke bawah, bila turun hujan deras jembatan ini terendam aliran sungai.

"Jalan dan jembatan ini cukup vital karena menghubungkan aktivitas ekonomi warga tiga desa, yakni Desa Air Duren Pemali, Desa Jurung dan Desa Kimak Merawang," kata Jamaludin alias Tipek Ketua Apkasindo (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia) Kabupaten Bangka, Sabtu (15/01/2022) di lokasi.

Diungkapkannya jalan desa yang masih dari tanah puru/ kuning ini dan jembatan ini dibangun Pemkab Bangka melalui Dinas PUPR beberapa tahun lalu melalui dana DAK.

"Jalan dan jembatan ini cukup vital dan ramai dilalui warga setiap hari untuk ke kebun sawit, membawa hasil panen kelapa sawit, bekerja tambang, jalan alternatif dan aktivitas lainnya," kata Tipek.

Diungkapkannya kondisi jalan dan pondasi jembatan yang tergerus air sungai ini sudah cukup lama sekitar 3 tahun lalu, masyarakat khawatir apabila terus dibiarkan badan jalan akan putus dan plat duikers jembatan semakin turun.

"Kita berharap Pemkab Bangka bisa segera melakukan perbaikan secepatnya menggunakan dana darurat, karena jalan dan jembatan ini rusak karena kondisi bencana alam," ujarnya.

Jamaludin menyarankan untuk perbaikan badan jalan Dusun Bokor yang tergerus air sungai agar dibuatkan talud penahan gempuran air ataupun melakukan pengalihan aliran sungai jangan sampai melewati alur sungai yang lama.

"Sedangkan untuk jembatan yang turun memang harus dibangun jembatan yang baru dengan kontruksi jembatan yang lebih tinggi pondasinya," imbuh Jamaludin.

Sementara itu Apin, petani kebun kelapa sawit mengatakan jalan dan jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat yang memilki kebun di kawasan ini.

"Kondisi jembatan yang turun ini sudah cukup lama, bila hujan deras jembatan ini tidak bisa dilewati karena dipenuhi air dengan aliran cukup deras, tapi kalau musim panas masih bisa dilewati," ujarnya.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved