Breaking News:

Horizzon

Baleno Terbakar di SPBU Jalan Koba dan Bom Bali I

Publik Bangka Belitung harus diingatkan bahwa kasus Baleno terbakar di SPBU Jalan Koba tak cukup hanya dijawab kasus ini tak menimbulkan korban jiwa

Baleno Terbakar di SPBU Jalan Koba dan Bom Bali I
Bangka Pos
IBNU TAUFIK Jr / Pemred BANGKA POS GROUP

DUA ledakan hebat yang terjadi di Sari Club dan Paddy's Pub di Legian, Kuta Bali yang kemudian disebut sebagai Bom Bali I sudah berlalu hampir 20 tahun yang lalu.

Besarnya ledakan di Bom Bali tersebut membuat perhatian seluruh dunia tertuju ke Bali. Saat itulah kepolisian kita diuji untuk bisa mengungkap kasus yang nyaris tak meninggalkan jejak ini.

Namun kita patut berbangga dengan korp Bhayangkara. Keraguan dunia dijawab dengan suksesnya polisi mengungkap siapa pelaku dan dalang di balik kasus tersebut.

Mengungkap kasus tersebut bukan hal gampang. Dari dua ledakan itu yang tersisa hanyalah bangunan yang luluh lantak dan sebuah minibus yang sudah tidak berbentuk lagi. Posisi minibus ini ada di pusat ledakan sehingga polisi patut menduga bahwa identitas minibus tersebut akan menjadi pintu masuk penyelidikan.

Serpihan minibus dikumpulkan dan kemudian direkonstruksi ulang. Selain merekonstruksi jenis mobil, polisi tentu ingin mencari identitas mobil yang ada di episentrum ledakan, mulai dari nomor polisi, nomor rangka, dan nomor mesin.

Sayangnya, meski diketahui jenis mobil tersebut adalah L300, namun polisi tak menemukan identitasnya sama sekali. Nomor mesin dan dan nomor rangka hilang tak berbekas.
Dua pekan berjalan, polisi hanya menemukan jejak nomor mesin yang sudah rata karena digerinda. Tentu ini disengaja oleh para pelaku untuk menghilangkan jejak.

Tidak putus asa, dari catatan kasus ini, polisi, tepatnya Forensik menempuh metode re-etching, sebuah teknik memunculkan ukiran pada lempeng logam. Caranya, polisi memoleskan cairan kimia tertentu pada permukaan bekas nomor mesin. Cairan kimia ini merupakan adonan Polri sendiri, berbekal pengalaman bertahun-tahun mengidentifikasi kendaraan curian.

Untuk diketahui, metode ini tidak gampang. Sebab nomor mesin yang akan menjadi pijakan awal penyelidikan kasus ini hanya muncul dalam bentuk citra dan hanya muncul selama 20 detik bersamaan dengan dioleskannya cairan ke logam dan akan menghilang saat cairan mengering.

Inilah kenapa sejak awal kita sebut polisi kita hebat. Dari jerih payah, ketelatenan dan keuletan mereka, muncullah angka B 001230. Nomor ini menjadi petunjuk awal identitas kendaraan, di mana kendaraan tersebut teregister sebagai mobil berkapasitas 1.400 cc, hasil rakitan tahun 1983.

Lebih jauh, polisi juga sukses mengidentifikasi bahwa L300 tersebut memiliki nomor polisi DK 1324 DS, berikut siapa pemilik terakhirnya.

Tentu dengan terungkapnya identitas mobil yang ada di episentrum ledakan ini tidak serta-merta mengungkap siapa pelaku peledakan di Bom Bali I. Ada puzzle lain yang saat tu bekerja, termasuk ahli sketsa wajah dari UGM, pengumpulan keterangan dari saksi dan bagian lain yang tentu tak tuntas dituliskan dalam satu buku seratus halaman.

Namun kesuksesan polisi mengungkap identitas mobil L300 yang hancur tak berbekas ini menarik untuk ditarik kembali, utamanya di Bangka Belitung, terkhusus Pangkalpinang.
Apalagi, Bom Bali terjadi 20 tahun lalu yang tentu, kehebatan polisi kita saat ini juga berkembang seiring dengan perkembangan zaman.

Terus terang saja, kasus Bom Bali ini memang terlalu berlebihan jika harus dibandingkan dengan kasus Baleno terbakar di SPBU Jalan Koba yang sampai sekarang belum terungkap siapa pemiliknya.

Kalaupun perbandingan ini dianggap berlebihan, barangkali ini sengaja kita lakukan karena polisi juga terkesan berlebihan saat memberikan jawaban soal perkembangan kasus Baleno terbakar pada 13 Desember 2021, saat Bangka sedang dilanda krisis BBM.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved