Breaking News:

Status Awas Omicron di Indonesia, Per Hari Tembus 1.000 Kasus

Setiap hari rata-rata tercatat 1.054 kasus baru Omicron di Tanah Air. Puncak penyebaran Omicron diperkirakan pada Maret 2022.

Editor: fitriadi
KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
Ilustrasi Omicron 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Kasus Omicron, varian baru Covid-19 di Indonesia sedang melonjak.

Setiap hari rata-rata tercatat 1.054 kasus baru Omicron di Tanah Air.

Puncak penyebaran Omicron diperkirakan pada Maret 2022.

Untuk itu Pemerintah meningkatkan status awas atas terjadinya lonjakan kasus Omicron di Indonesia.

Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar meminta pemerintah untuk terus melakukan langkah dan strategi dalam peningkatan penanganan pandemi Covid-19, salah satunya dengan melakukan proyeksi perkembangan kasus Covid-19 berdasarkan data kasus Covid-19 saat ini.

Baca juga: Masih Ingat Bintang Film Panas Ini? Dulu Terkenal Seantero Indonesia, Begini nasibnya Kini

Baca juga: Senyum Merekah Tante Ernie di Atas Ranjang, Pakai Dress Ketat Bikin Pria Tak Berkedip

Baca juga: Beruntungnya Nabila Maharani Bertemu Tri Suaka, Segini Duit YouTube Gadis Jogja Itu Per Bulan

Sebelumnya, pemerintah memproyeksikan kasus Omicron akan mencapai puncaknya pada pertengahan Februari hingga awal Maret 2022.

"Perlu dilakukan pemetakan wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kenaikan kasus Covid-19, khususnya Omicron, mengingat saat ini peningkatan varian Omicron telah menyentuh angka 1.054 kasus per hari," ujar Gus Muhaimin kepada wartawan, Senin (17/1/2022), dikutip dari Tribunnews.com.

Menurutnya, pemerintah perlu untuk melakukan pengetatan mobilitas masyarakat, seperti memperketat persyaratan masuk ke tempat publik, dan melakukan langkah mitigasi agar peningkatan kasus Omicron tidak makin meningkat yang dapat membebani sistem kesehatan.

"Perlu juga dilakukan asesmen pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan mengevaluasi hasil asesmen tersebut secara berkala, sehingga dapat diatur dan ditetapkan kebijakan yang sesuai dengan kondisi perkembangan pandemi Covid-19 saat ini," urainya.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan, pemerintah juga perlu mempertimbangkan untuk mengatur regulasi terkait pembatasan perjalanan luar negeri, seperti kembali menerapkan kebijakan penutupan akses pintu masuk penerbangan dari 14 negara, mengingat saat ini virus corona masih terus mengancam dan bahkan diperkirakan akan terus meningkat hingga Februari-Maret 2022.

"Peningkatan kasus yang sudah tembus seribu lebih per hari ini harus diwaspadai. Jangan lengah. Pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang masuk ke Indonesia juga harus dikontrol, sebab sebagian kasus transmisi berasal dari pelaku perjalanan luar negeri," paparnya.

Gus Muhaimin meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) agar mempercepat pelaksanaan vaksinasi dosis pertama, kedua, dan booster, guna memberikan perlindungan dan meminimalisir dampak buruk virus corona, khususnya Omicron.

"Pemerintah bersama para epidemiolog harua terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan penelitian varian Omicron yang dilakukan oleh World Health Organization (WHO), mengingat diperlukan kewaspadaan yang tinggi dikaenakan walaupun varian Omicron menular cukup cepat, namun tidak menimbulkan dampak yang parah seperti varian delta atau lainnya," katanya.

Baca juga: Marselino Ferdinan Wonderkid Kelas Dunia yang Bisa Jadi Andalan Shin Tae-yong di Piala AFF U 23

Baca juga: Dianna Dee Curhat soal Alasan Sering Posting Pose Menggoda

Baca juga: Video 15 Detik Gisel Goyang Pakai Baju Selutut, Katanya Ini yang Paling Mantap

Sebagai langkah pencegahan, perlu juga diperbanyak tes Covid-19 dan pelacakan, serta memperkuat performa perawatan (treatment) dengan melengkapi kebutuhan sistem kesehatan, seperti mempersiapkan ruang perawatan yang memadai, obat-obatan, sarana prasarana di fasilitas kesehatan yang dapat menunjang perawatan Covid-19, dan juga kebutuhan tenaga kesehatan (nakes) yang memadai.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved