Breaking News:

Berita Bangka Barat

Pada Awal Tahun 2022 di Kabupaten Bangka Barat Sudah Ada 44 Kasus DBD, Dua Warga Meninggal Dunia

Belum genap satu bulan di awal tahun 2022 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), di Kabupaten Bangka Barat mengalami kenaikan signifikan

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Rizki Irianda Pahlevy
Plt Direktur RSUD Sejiran Setason, dr. Rudi Faizul. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Belum genap satu bulan di awal tahun 2022 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), di Kabupaten Bangka Barat mengalami kenaikan signifikan hingga kini telah mencapai 44 kasus. 

Bahkan dari data RSUD Sejiran Setason dari 44 kasus DBD tersebut, dua warga diantaranya pun meninggal dunia. 

Plt Direktur RSUD Sejiran Setason dr. Rudi Faizul mengungkapkan 44 kasus tersebut, merupakan hasil rujukan dari enam kecamatan di Kabupaten Bangka Barat

"Kalau sepanjang januari ini ada 44 kasus DBD dari semua rujukan, dengan dua kasus kematian dari Kampung Air Samak Dan Desa Air Limau Kecamatan Muntok,"  ungkap dr Rudi Faizul, Selasa (18/01/2021). 

Baca juga: Lagi, Kasus DBD Cetak Rekor di Kabupaten Bangka, Dinkes Sampaikan Perihal KLB

Baca juga: Waspada ! Diare dan DBD Mengancam Saat Musim Hujan  

Tingginya kasus DBD pun didominasi berasal dari Kecamatan Muntok, dengan menyasar anak-anak yang kerap terjangkit DBD. 

Bahkan diketahui lonjakan kasus dari 44 warga itu, terjadi pada minggu pertama Januari dengan 33 kasus yang tercatat sedangkan di minggu ketiga mengalami lonjakan dengan 11 warga yang terkena DBD. 

"Saat ini hanya Kecamatan Muntok saja kasus meninggal, karena Muntok daerah Kota banyak tampungan air. Kalau yang terkena DBD ini rata-rata anak-anak, karena kekebalan masih lemah," ucapnya. 

Lebih lanjut saat ini RSUD Sejiran Setason pun tengah melakukan penanganan, terhadap 10 orang yang masih dalam perawatan. 

Baca juga: Meninggal Dunia Akibat DBD di Bangka Belitung Hingga November 2021 Mencapai 12 Kasus

Baca juga: DBD di Bangka Barat Berpotensi KLB, 70 Persen Pasien Berasal dari Muntok, Dua Orang Meninggal Dunia

Untuk itu pihaknya akan memaksimalkan peran satgas DBD, untuk melakukan edukasi gerakan menguras, menutup dan mengubur (3M). 

"Kita bergerak cepat ke seluruh Kecamatan, RT/RW dan sekolah-sekolah untuk edukasi untuk menghindari tempat yang dapat menjadi pemicu, adanya genangan air untuk perkembangbiakan nyamuk. Satgas DBD yang telah bergerak dengan itu minggu ketiga tidak terlalu banyak kasusnya naik, grafiknya 11 orang yang positif DBD jadi terurailah istilahnya," kata dr Rudi Faizul.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved