Jumat, 10 April 2026

Info Kesehatan

Penyakit TB Paru Bisa Disembuhkan dan Biaya Obatnya Gratis

Penyakit tuberkulosis paru atau dikenal pula sebagai TB paru merupakan penyakit infeksi yang menular. 

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: khamelia
Mahasiswa UMN
Ilustrasi Kesehatan Paru-paru 
BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Penyakit tuberkulosis paru atau dikenal pula sebagai TB paru merupakan penyakit infeksi yang menular. 
Cara penularannya tersebut berasal dari penderita yang batuk atau bersin, sehingga percikan dahak atau droplet mengandung kuman kemungkinan tertelan orang yang sehat serta dalam kondisi daya tahan tubuh lemah.
Meski begitu, penyakit TB tetap dapat disembuhkan melalui pengobatan tuntas dan teratur. 
Dokter umum RSUD Marsidi Judono dr. Puji Yulie Utami dalam program konter atau konsultasi dokter via siaran langsung Pos Belitung menjelaskan ada dua macam tipe pengobatan bagi penderita TB. Pengobatan dilakukan berdasarkan tipe TB yakni sensitif obat atau kebal obat. 
"Kalau yang sensitif obat, pengobatan selama enam bulan dan setiap hari mengonsumsi obat secara teratur. Sedangkan yang kebal obat, pengobatannya lebih lama, sekitar 11-22 bulan," katanya, Kamis (20/1/2022). 
Cara membedakan jenis TB paru yang diderita harus dilakukan melalui pemeriksaan tes cepat molekuler.
Ia juga menjelaskan, pasien yang dalam masa konsumsi obat TB tak boleh berhenti. Jika berhenti, harus dikonsultasikan ke dokter, kenapa berhenti, kemudian harus kembali melakukan pemeriksaan dahak. 
Jika masih positif, serta pengobatan berhenti hanya dalam satu bulan, proses pengobatan masih bisa dilanjutkan. Sementara jika dalam masa tersebut jenis TB berubah mala harus dilakukan penyesuaian pengobatan kembali. 
"Kalau biaya obat, karena ini program nasional dari Kemenkes, obatnya gratis. Obat pokok sampai akhir pengobatan gratis," ucapnya. 
Orang dengan faktor risiko menderita TB biasanya merupakan perokok, penderita diabetes melitus, dan penderita HIV.
Orang dengan gejala TB paru memiliki tanda-tanda seperi batuk berdahak lebih dari dua pekan, ada penurunan berat badan yang drastis, lemas, demam lebih dari dua pekan tapi suhu tubuh tidak meningkat signifikan, tidak nafsu makan, dan banyak berkeringat saat malam.
Menurut dokter yang juga berpraktik di Apotek Alfa Gama ini, orang yang merasakan keluhan seperti itu jangan malu memeriksakan diri dan menjalani pengobatan. Karena semakin cepat ditemukan, semakin cepat pula pengobatan, sehingga proses penyembuhan juga semakin cepat. 
Selanjutnya, kepada pasien TB diharapkan menerapkan etika batuk. Termasuk jangan membuang ludah sembarangan, serta tetap menggunakan masker untuk menghindari penularannya.
Selengkapnya mengenai penyakit obrolan seputar TB bersama dr. Puji juga bisa disaksikan langsung melalui Facebook dan YouTube Pos Belitung. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 
Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved