Breaking News
Senin, 13 April 2026

Berita Pangkalpinang

95 Persen Guru di Pangkalpinang Terantisipasi Penghapusan Honorer

Eddy berujar, berdasarkan data tenaga honorer guru di Kota Pangkalpinang mencapai sekitar 345 orang yang tersebar di sekolah negeri maupun swasta.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: khamelia
Ist/Santi
Ilustrasi seorang guru honorer saat sedang mengajar di kelas beberapa waktu lalu. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung Eddy Supriadi mengklaim, sekitar 95 persen guru honorer di Pangkalpinang telah terantisipasi dari penghapusan tenaga honorer pada tahun 2023 mendatang.

Hal itu setelah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) memberikan 307 kuota calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (CPPPK).

“Dengan 307 kuota PPPK paling tidak sekitar 95 persen honorer guru di Pangkalpinang telah terantisipasi dari penghapusan tenaga honorer,” kata dia kepada Bangkapos.com, Jumat (21/1/2022).

Eddy berujar, berdasarkan data tenaga honorer guru di Kota Pangkalpinang mencapai sekitar 345 orang yang tersebar di sekolah negeri maupun swasta.

Baca juga: 25 Daftar SD Swasta di Pangkalpinang, SD IT, SD Kristen hingga SD Alam, Ada Nomor Kontak

Dari total tersebut sudah sebanyak 237 guru honorer telah dinyatakan lulus menjadi CPPPK guru pada seleksi tahap pertama dan kedua pada tahun 2021 lalu.

“Kuota 307 itu telah sesuai data riil guru honorer yang ada di Pangkalpinang. Yang lulus tahap pertama honorer sekolah negeri itu 118 orang termasuk swasta sekitar 41 orang dan tahap kedua 119 orang,” terang Eddy.

Di samping itu lanjut Eddy, guna mengantisipasi sisa guru honorer dari penghapusan pihaknya telah menyiapkan sisa guru yang belum terakomodasi menjadi PPPK untuk segera menjadi guru PPPK pada tahun 2022 ini.

Hal itu sesuai dengan  Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mana status pegawai yang bekerja di lingkup pemerintah hanya Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Guru yang pensiun juga menjadi perencanaan kami di formasi CPPPK di tahun 2022. Kita sudah secara dini mengantisipasi kebijakan nasional itu dengan penghapusan tenaga honorer dan sekarang sudah diarahkan ke PPPK,” sebutnya.

Kendati begitu kata Eddy, guna memenuhi kuota PPPK guru yang kurang 70 orang pihaknya akan segera mengusulkan para guru di Pangkalpinang untuk mengikuti seleksi CPPPK tahap ketiga.

Walaupun sampai saat ini belum ada petunjuk maupun informasi dari Kemendikbud-Ristek perihal kapan seleksi CPPPK tahap ketiga dilakukan.

“Tinggal 70 guru yang statusnya masih honorer. Sampai saat ini kita juga belum ada petunjuk dari pemerintah pusat untuk tahap ke tiga. Begitu juga formasi untuk 2022 CPPPK,” tukasnya. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved