Breaking News:

Tribunners

Kedermawanan Sosial dan Solusi Bangsa

Kedermawanan sosial bukanlah sebuah konsep, tetapi bagian dari falsafah hidup yang mestinya intim dan mampu direalisasikan oleh setiap pribadi

Editor: suhendri
Kedermawanan Sosial dan Solusi Bangsa
ISTIMEWA
Nusation Anwar - Penyuluh Sosial pada Dinas Sosial dan PMD Provinsi Kepulauan BaBel

KITA patut mengacungkan jempol atas kreativitas, keuletan, dan kepekaan sosial sesama yang sering dipertunjukkan oleh berbagai komunitas masyarakat yang selalu hadir dan peduli ketika mendengar, melihat, dan menyaksikan musibah, baik kerabat maupun sesama anak bangsa, baik bencana maupun pertolongan kemanusiaan lainnya.

Fenomena keharmonisan sosial ini dengan gampang kita saksikan bahkan di seputar jalanan dengan berbekal kardus usang diarak untuk mengusik isi kantong para dermawan jalanan, ini hanya bagian kecil dari cara berperilaku sosial masyarakat Indonesia yang mungkin sulit ditemukan di belahan dunia lain.

Aktivitas kepedulian sosial seperti ini memberikan sinyal kuat bahwa jati diri bangsa masih memiliki spirit tinggi dalam mengamalkan sila dari Pancasila, paling tidak ada tiga sila, yakni Kemanusian Yang Adil dan Beradab serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia sekaligus perwujudan dari sila ketiga Persatuan Indonesia, yakni rasa cinta berbangsa dan bernegara.

Sungguhlah indah kehidupan sosial di negeri ini bilamana nuansa nilai-nilai penerapan Pancasila terus hidup akrab dan romantis ditengah kita. Indonesia negeri kaya dengan pranata dan kearifan lokal.

Jika boleh berkata, betapa hebatnya ke dermawanan sosial yang mampu mengekang keegoan dan menjadi nilai perekat persatuan dan kesatuan yang hampir koyak karena hal politik, agama, suku, ras, budaya, dan ideologi. Dengan ke dermawanan sosial, negara ini bisa hidup damai, nyaman dan sejahtera yang pada gilirannya mampu mengurangi kesenjangan sosial.

Ke dermawanan sosial bukanlah sebuah konsep, tetapi bagian dari falsafah hidup yang mestinya intim dan mampu direalisasikan oleh setiap pribadi pemimpin, pejabat, pengusaha, aparatur, pekerja bahkan masyarakat biasa.

Disisi lain, peranan media sosial sangat determinan memengaruhi sikap dan perilaku sosial masyarakat (netizen), kekuatan media sosial telah mengubah wacana kekakuan relasi sosial yang selama ini hanya bisa terwujud dengan pertemuan fisik. Media sosial salah satu wasilah penting dalam mengubah tata nilai silaturahmi di era digitalisasi dewasa ini. Silaturahmi lintas batas dan ruang ini terjadi setiap waktu, bahkan tiada hentinya. Melalui medsos ini pesan sosial dan moral menyebar ke penjuru dunia. Media sosial ini tidak lagi mengenal strata dan status.

Penjangkauannya tak terbatas lagi hingga menerobos pintu-pintu ke-akuan kita. Terlepas dari perilaku abnormal sebagian orang terhadap penggunaan medsos, ternyata peran medsos sangat signifikan menggiring dan menggalang para dermawan untuk berbagi kepada saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang ditimpa masalah hidup dan musibah, bahkan proyek pembangunan sosial.

Realitas sosial ini mesti diartikan sebuah potensi besar guna menyelesaikan permasalahan sosial dan kebutuhan hidup yang tidak hanya sebatas di lingkungan sekitar kita, melainkan menyusur ke mana saja angin berembus. Artinya medsos telah mengantar perubahan sosial yang signifikan dalam membentuk sikap mental kita.

Dengan kekuatan populasi yang besar, orang Indonesia dikenal memiliki sifat ke dermawanan sejak dahulu kala dengan konsep kegotongroyongannya yang sudah teruji di zaman kemerdekaan, tentunya tidaklah mustahil dijadikan modal sosial dalam membantu pemerintah dalam menyelesaikan persoalan-persoalan kehidupan antarsesama kita.

Berapa besar potensi sosial yang tersedia di negeri ini, ke dermawanan sosial yang menggugah hati sudah banyak dipertonton para selebritas di televisi sekadar contoh kecil saja, bagaimana peranan seorang Baim Wong atau Raffi Ahmad mengguncang media mainstream dan medsos dengan konsep berbaginya kepada orang kurang mampu, begitu menggugah hati.

Kita bisa melihat bagaimana pedulinya seorang netizen lewat media sosialnya membagikan cerita duka seorang kawannya dalam waktu singkat mampu mengumpulkan dana untuk berobat atau memulihkan kehidupannya. Kita juga bisa perhatikan begitu ramainya medsos dihiasi dengan program wakaf dan infak, ini artinya mengindikasikan besarnya sumber donasi dari netizen.

Bahkan hingga pengumpulan uang receh pun dilakukan untuk membantu kesulitan atau sebagai bentuk dukungan kepada sesama, ini membuktikan bahwa keintiman sosial kita masih bisa diandalkan.

Tentunya masih setumpuk cerita di media sosial yang viral menampilkan sifat kepedulian dan ke dermawanan anak bangsa ini terhadap sesama, padahal tidak saling mengenal dan jauh di balik tirai samudra nun di sana. Tetapi, keeratan rasa dan emosi ternyata semua itu bukan jadi penghalang untuk berbuat. Patutlah kita bersyukur memiliki bangsa yang punya Pancasila dan kearifan lokal yang sangat kuat, sudah waktunya kita menyelesaikan persoalan bangsa ini dengan kekuatan sendiri.

Namun demikian, tentunya kenyataan sosial ini tidak pula ditangkap apa adanya dan juga ada apanya. Melainkan pemerintah tetap jeli dan responsif melihat fenomena sosial ini agar tidak kebablasan dan tidak dipelintir oleh oknum atau sebagian orang yang memanfaatkan untuk mengelabui dana sosial masyarakat ini.

Pengendalian dan pengawasan dalam pengumpulan uang dan sumbangan sosial harus terus dilakukan supaya tidak mencederai nilai-nilai ke dermawanan sosial masyarakat untuk berbagi lebih banyak lagi. Modal sosial ini harus dipelihara sebagai perwujudan cinta kasih kita. Yang kuat menyantuni dan melindungi yang lemah, yang kaya yang berlebih tunjukkan ke dermawananya, yang berkuasa mengayomi yang jelata, yang susah tetap bersabar dan ikhtiar.

Pesan-pesan sosial yang hendak disampaikan di tengah kegalauan sebagian kita bahwa kita bangsa Indonesia bukan negara miskin, tetapi Negara Dermawan. Negara kita adalah sumber kehidupan bukan sumber kemelaratan, kita bukanlah bangsa pemalas tetapi pekerja. Kita adalah petarung bukan penonton, kita adalah padu meskipun dikenal keanekaragamannya, tetapi kita satu hati.

Salam hormat kepada para dermawan bangsa yang tak lekang digilas zaman, tak larut dihantam badai, tak gentar diadang ombak, melalui sentuhan lembut jemari kalian mampu mengurai kedukaan sesama untuk meraih dan melanjutkan tugas hidupnya yang belum usai. Semoga uluran tanganmu paling tidak bagian dari solusi bangsa yang tengah berkeluh kesah ini. Mari kita terus bergerak, bergerak, dan bergerak menuju Indonesia Tangguh, Indonesia Maju. (*)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved