Breaking News:

Inilah Ucapan Terakhir Terpidana Mati di Arab Saudi Sebelum Kepalanya Dipenggal Sang Algojo

Pengakuan seorang mantan algojo yang mengeksekusi terpidana mati di Arab Saudi, cukup mengerikan.

Editor: Alza Munzi
CNN
Foto hanya ilustrasi. Gambar dari sebuah video terbaru yang dirilis ISIS yang memperlihat pemenggalan terhadap wartawan AS, Steven Sotloff. 

BANGKAPOS.COM - Pengakuan seorang mantan algojo yang mengeksekusi terpidana mati di Arab Saudi, cukup mengerikan.

Dia memiliki pedang seharga Rp75 juta, untuk memutuskan kepala tahanan dari badannya.

Hanya dengan sekali ayunan, kepala tahanan terputus dan langsung meninggal.

Untuk perkerjaannya itu, dia dibayar mahal oleh Pemerintah Arab Saudi.

Sebelum eksekusi, dia menyuruh tahanan untuk mengucapakan dua kalimat Syahadat terlebih dulu. 

Inilah kisah seorang mantan algojo di Arab Saudi.

Arab Saudi menerapkan hukum Islam dengan ketat.

Termasuk di antaranya rajam, cambuk, potong tangan, dan lain-lain.

Tak cuma itu, Arab Saudi juga diketahui melakukan eksekusi mati dengan cara tradisional yaitu penggal kepala.

Dilansir dari Intisari.ID via The Guardian, seorang pria bernama Muhammad Saad Al-Beshi mengaku sebagai algojo pernah membagikan kisahnya.

Sebagai seorang eksekutor negara di Arab Saudi, ia mendapatkan gaji yang layak, jam kerja yang fleksibel, dan bahkan paket tunjangan terbaik.

Kariernya diawali pada tahun 1998.

Baca juga: Dulu Dihina-hina, Segini Duit YouTube Tri Suaka Sekarang, Dipepet Nabila Maharani dan Zinidin Zidan

Saat itu Al-Beshi mendapatkan pekerjaan pertamanya di Jeddah.

"Penjahat itu diikat dan ditutup matanya. Dengan satu pukulan pedang aku memutuskan kepalanya," begitulah Al-Beshi menceritakan pengalaman pertamanya.

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved