Breaking News:

Berita Kriminal

Bendahara Dinkes Babel Ditahan Terkait Kasus Korupsi, Herman: Harap Tak Terjadi Lagi Kasus Serupa

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung (Babel), Herman Suhadi memang mendapat informasi mengenai dugaan kasus tindak pidana korup

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Fery Laskari
Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi Borgol 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung (Babel), Herman Suhadi memang mendapat informasi mengenai dugaan kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) pada Dinas Kesehatan Provinsi Kepualuan Bangka Belitung (Babel).

"Dapat info, ada kesalahan, ada kehilafan, untuk ke depan mari lebih baik lagi dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan APBD di Provinsi Babel," ujar Herman saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Rabu (2/2/2022).

Namun dirinya belum mengetahui secara detil kronologi dari kasus yang melibatkan ASN pada organisasi perangkat daerah di lingkungan pemerintah provinsi itu.

"Ini masih dalam tahap, kita lihat, kita serahkan seluruhnya kepada APH (aparat penegak hukum-red) mengenai itu, sehingga kita tahu bagaimana akhirnya," katanya.

Seperti dikabarkan bahwa Bendahara Pengeluaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Iwan Virgiawan (47) ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung pada Senin (31/1/2022) sore.

Iwan ditetapkan sebagai tersangka oleh Tim Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung setelah diduga melakukan tindak pidana korupsi (tipikor) penyimpangan Dana APBD Tahun 2021 yang merugikan keuangan negara (KN) sebesar Rp1,2 miliar.

"Intinya ini pembelajaran dan ini harus disikapi bersama-sama, dan kita harus secara bersama-sama ke depan melakukan kegiatan APBD dari segi anggaran dan kegiatan menjadi lebih baik," katanya.

Dia menyarankan untuk APBD agar disusun dengan baik dari perencanaan, pelaksanaan dan penanggung-jawabannya.

Disingung mengenai fungsi pegawasan, dia menyebutkan wakil rakyat itu hanya melakukan pengawasan pada kegiatan-kegiatan secara fisik.

"Kalau pengawasan kita tidak sampai sejauh itu, kita awasi dari anggaran sampai berbentuk fisik, akan tetapi seperti kejadian ini kita harap tidak terjadi lagi," katanya. ( Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved