Breaking News:

Tribunners

Hakikat Pahlawan dalam Dunia Pendidikan

Pendidik menduduki strata sosial yang tinggi, bahkan ketika telah pensiun, masih dianggap sebagai sosok yang serba tahu

Editor: suhendri
Hakikat Pahlawan dalam Dunia Pendidikan
ISTIMEWA
Suswani - Kepala SDN 6 Pangkalpinang

PAHLAWAN berasal dari bahasa Sansekerta, phala yang berarti hasil atau buah. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pahlawan dimaknai sebagai orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya berjuang untuk membela kebenaran.

Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan merupakan konstitusi yang mengatur mengenai gelar kepahlawanan secara formal, lebih tepatnya gelar pahlawan nasional. Pahlawan nasional adalah gelar yang diberikan kepada warga negara Indonesia yang berjuang melawan penjajahan dengan mengorbankan jiwa dan raga untuk dapat mendirikan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pahlawan juga dapat diartikan sebagai orang yang semasa hidupnya melakukan tindakan kepahlawanan atau menghasilkan prestasi dan karya yang luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara Republik Indonesia.

Untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional, terdapat dua syarat, yaitu syarat umum dan syarat khusus. Adapun yang termasuk ke dalam syarat umum adalah:
1) WNI atau seseorang yang berjuang di wilayah yang sekarang menjadi wilayah NKRI;
2) Berkelakuan baik;
3) Memiliki integritas moral dan keteladanan;
4) Berjasa terhadap bangsa dan negara;
5) Setia dan tidak menghianati bangsa dan negara;
6) Tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara paling singkat empat tahun.

Yang termasuk syarat khusus adalah:
1) Pernah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata, perjuangan politik atau perjuangan dalam bidang lain untuk mencapai, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa;
2) Pernah melahirkan gagasan, ide, atau pemikiran besar yang menunjang pembangunan bangsa dan negara;
3) Tidak pernah menyerah dalam kondisi apa pun;
4) Melakukan pengabdian dan perjuangan yang berlangsung hampir sepanjang hidup dan melebihi tugas yang diemban;
5) Pernah menghasilkan karya besar yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas dan meningkatkan harkat dan martabat bangsa;
6) Memiliki konsistensi jiwa dan semangat kebangsaan yang tinggi;
7) Melakukan perjuangan yang mempunyai jangkauan luas dan berdampak nasional.

Dalam dunia pendidikan, peran para pendidik sangat signifikan dalam memajukan suatu bangsa sudah terbukti di beberapa negara. Asumsinya adalah bahwa bukan hanya kekayaan alam berlimpah yang akan membuat suatu negara menjadi maju, melainkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki.

Kekayaan alam yang melimpah tidak akan bisa dimanfaatkan atau dikelola dengan baik tanpa ada sumber daya manusia berkualitas. Dan para pendidiklah yang menjadi ujung tombak penyediaan sumber daya manusia berkualitas. Oleh karena itu, sudah sepantasnya apabila pendidik mendapat status sosial dan penghormatan penting dari masyarakat.

Apabila orang tua adalah pahlawan besar dalam lembaga sosial terkecil bernama keluarga, maka pendidik adalah pahlawan besar dalam kesatuan sistem masyarakat yang membentuk lembaga besar bernama negara.

Pendidik menempati posisi sangat penting yang secara langsung maupun tidak langsung menentukan kemajuan suatu negara. Sebab pendidik yang mendidik para murid sehingga suatu saat mereka bisa menjadi presiden, perdana menteri, anggota parlemen, direktur, pegawai negeri, dokter, angkatan bersenjata, dan sebagainya.

Pendidik jugalah yang menjadi motor penggerak sistem pendidikan yang dijalankan oleh negara. Pendidik yang ikhlas tidak hanya menorehkan pendidikan formal yang fokus pada materi pelajaran semata, namun pendidik tersebut mampu menanamkan nilai-nilai moral kehidupan sehingga bisa diterima siswa agar dapat diaplikasikan dalam dunia nyata.

Faktanya, dekadensi moral pelajar tidak bisa lagi ditoleransi, kasus asusila pelajar seperti tak pernah habis menghiasi media massa dan makin hari makin memprihatinkan saja. Belum lagi, anarki pelajar, bullying, tawuran, dan lainya. Hal itu jelas merupakan permasalahan dalam dunia pendidikan dan pendidik sebagai salah satu peran yang harus andil bertanggung jawab. Dalam hal inilah peran seorang pendidik sangat dibutuhkan. Pembentukan kepribadian karakter bagi peserta didik oleh para pendidik dengan pengajaran yang didasari keikhlasan tanpa memandang seberapa besar gaji yang diterima.

Profesi seorang pendidik di masyarakat termasuk profesi yang dihormati. Pendidik menduduki strata sosial yang tinggi, bahkan ketika telah pensiun, masih dianggap sebagai sosok yang serba tahu dan menjadi tempat bertanya warga. Pendidik juga dinilai sebagai sosok yang berakhlak mulia, bahkan kerap disejajarkan dengan ustaz.

Selain berbagai atribut di atas, pendidik juga dinilai berperan penting dalam mencerdaskan putra-putri bangsa ini. Tanpa pendidik, tak akan ada kemajuan bangsa ini. Maka, pendidik pun dianugerahi gelar sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.

Gelar yang spesial, gelar yang hebat, gelar bukan sembarang gelar yang bisa diraih oleh profesi lainnya. Sebagai pendidik harus menjaga amanah yang diberikan oleh pemerintah maupun masyarakat agar gelar yang diberikan menjadi lebih hakiki. (*)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved