Breaking News:

Berita Pangkalpinang

154 Jemaah Umrah asal Bangka Belitung Segera Diberangkatkan Perdana ke Mekkah, Begini Mekanismenya

Setelah sekian lama tak memberangkatkan jemaah umrah ke tanah suci, Mekkah karena pandemi Covid-19.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
ThinkStock
Ilustrasi jamaah umrah di Mekkah 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Setelah sekian lama tak memberangkatkan jemaah umrah ke tanah suci, Mekkah karena pandemi Covid-19.

Pada Senin, (14/2/2022) mendatang, ada sebanyak 154 jemaah asal Bangka Belitung (Babel) dari travel PT Arminareka Perdana akan segera berangkat umrah.

Keberangkatan perdana ini akan dihadiri Gubernur Kepulauan Bangka Belitung di Asrama Haji Bangka Belitung pada pagi harinya sebelum menuju Bandara Depati Amir Kota Pangkalpinang.

Kemudian akan disusul lagi ada ratusan jemaah umrah asal Bangka Belitung dari tiga travel lainnya pada bulan Februari 2022 ini yang akan berangkat juga.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah Kementerian Agama Bangka Belitung, H Abdul Rohim menjelaskan mekanisme keberangkatan para jemaah umrah di tengah pandemi Covid-19.

"Sesuai peraturan, keberangkatan umrah ini menggunakan one gate policy, jadi satu pintu proses, melalui Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, jadi seluruh jemaah umrah se-Indonesia dilakukan karantina 1x24 jam di situ nanti akan dilakukan PCR yang telah direkomendasikan oleh penerbangan dan Kementerian Kesehatan Pemerintah Arab Saudi," jelas Abdul, Sabtu (12/2/2022).

Dia menjelaskan rute pemeriksaan dari Bangka Belitung bisa menggunakan antigen karena penerbangan domestik, kemudian dites PCR untuk penerbangan ke luar negeri.

Sampai di Arab Saudi akan dikarantina selama 5 hari, pada hari kedua, jemaah akan dilakukan tes PCR dan pada hari kelima akan dilakukan tes PCR lagi.

"Jika hasil dinyatakan negatif maka bisa diperbolehkan menjalankan umrah sesuai selera, biasanya sekitar 11 hari, dipotong perjalanan dua hari, mungkin jadi 9 hari, sekarang ditambah 5 hari karantina, kemungkinan bisa setengah bulan di sana," jelas Abdul.

Dia menjelaskan untuk pelaksanaan umrah di tanah suci menggunakan barcode yang bisa mendeteksi jemaah sudah karantina atau belum, dan ada aplikasi Tawakalna Arab Saudi.

"Ada sistem pergiliran juga, kalau padat akan dibatasi dulu perjalanan umrahnya. Diatur sedemikian rupa agar terjaga prokes dan tertata sehingga aman," katanya.

Dia menambahkan untuk mekanisme pulang, jemaah umrah melakukan tes PCR kembali untuk penerbangan luar negeri dan akan kembali melakukan karantina selama 5 hari di Jakarta.

"Biaya karantina itu dibebankan kepada para jemaah, harga bervariasi tergantung  hotel yang diminta. Nanti hari kelima baru PCR, setelah negatif maka dipersilahkan pulang ke daerah masing-masing.

Mengenai vaksin, dia menjelaskan ada jenis vaksin yang ditentukan pemerintah Arab Saudi.

"Vaksin itu sudah minimal dua kali seperti Pfizer, Moderna, Johnson & Johnson, dan AstraZeneca. Untuk jenis Sinovac artinya harus booster," katanya.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved