Breaking News:

Angka Kasus Pernikahan Dini Meningkat, Ini Kata Kemenag Babel

Total Pernikahan tahun 2021 adalah, 8675 pasang, berdasarkan sumber dari Data Laporan Nikah Melalui Aplikasi Simkah.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Tedja Pramana
Ist/Malik
Kasi kepenghuluan dan bina Sakinah kanwil Kemenag Provinsi Bangka Belitung, Abdul Malik 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Bangka Belitung (Babel) mencatat ada terjadi peningkatan pernikahan dini atau anak usia 0-18 tahun setiap tahunnya.

Total Pernikahan tahun 2021 adalah, 8675 pasang, berdasarkan sumber dari Data Laporan Nikah Melalui Aplikasi Simkah.

Dengan data pernikahan di bawah umur dr tahun ke tahun (laporan data nikah hingga bulan Desember 2021) yakni tahun 2017 ada 158 orang, tahun 2018 ada 298 orang, tahun 2019 ada 438 orang, tahun 2020 ada 399 orang.

Sementara tahun 2021 ada 519 orang dengan rincian laki-laki ada 208 orang dan, 311 orang.

"Pernikahan dibawah umur berdasarkan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perkawinan sebagai Undang-undang Perubahan dari Undang-undang No 1 1974 tentang perkawinan adalah mereka yang menikah dibawah dari 19 tahun bagi seorang perempuan dan dibawah 19 tahun bagi pria, dan mereka bisa melangsungkan perkawinan dengan mendapatkan Ijin dispensasi dari Pengadilan Agama dimana domisili yang bersangkutan," ujar Kasi Kepenghuluan dan Keluarga Sakinah Kemenag Babel, Abdul Malik, Senin (14/2/2022).

Dia menjelaskan terjadi peningkatan jumlah peristiwa dibawah umur ini diakibatkan beberapa faktor.

"Faktor penyebab seperti pergaulan remaja yang mengakibatkan perkawinan tidak bisa dihindari, faktor pendalam agama yang kurang dan didikan orang tua yang belum maksimal dilakukan," katanya.

Untuk menekan angka pernikahan dini, Kemenag Babel sudah melakukan sekira empat upaya meliputi :

1. Memperbanyak pembinaan remaja usia sekolah yang bertempat disekolah, Tahun 2021. Kemenag sudah melakukan pembinaan remaja usia sekolah sebanyak 1200 anak dan akan ditingkatkan lagi pada tahun 2022 sebanyak 3500 anak sesuai target Nasional untuk Provinsi Bangka Belitung.

2. Memaksimalkan peran penyuluh agama baik PNS dan Penyuluh Agama Non PNS tentang akibat pernikahan di bawah umur.

3. Memaksimalkan peran penghulu untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang akibat pernikahan di bawah usia.

4. Menjalin kerjasama lintas sektoral untuk mencegah pernikahan dini, dengan BKKBN Pemprov Babel.

"Memaksimalkan perang pemuka agama yang diangkat oleh Pemerintah Provinsi Babel untuk memberikan penyuluhan tentang pernikahan dini," katanya.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved