Breaking News:

Bansos

Kamu Tak Dapat Bansos? Begini Cara Lapor ke Kemensos Jika Menemukan Bansos yang Tak Tepat Sasaran

Kamu Tak Dapat Bansos? Begini Cara Lapor ke Kemensos Jika Menemukan Bansos yang Tak Tepat Sasaran

Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: Teddy Malaka
Tribunnews.com/Irwan Rismawan
Ada Bantuan Uang Cash Tunai 

BANGKAPOS.COM -- Bansos sangat rentan disalahgunakan atau tak tepat sasaran. Tahukah kamu jika bansos yang semacam itu bisa dilaporkan.

Kementerian Sosial membuka hotline untuk melaporkan peristiwa bansos tak tepat sasaran.

"Oh iya, jika kalian menemukan permasalahan terkait bantuan sosial dari Kemensos yang salah sasaran, terjadi penyelewengan, atau pungutan liar. Kalian bisa langsung adukan ke Nomor Hotline Bantuan Sosial Kemensos di nomor 0811 10 222 10, atau bisa juga melalui email di bansoscovid19@kemsos.go.id," demikian pengumuman di laman resmi kemensos.

Admin pun menyampaikan jika aduan kamu akan segera ditindaklanjuti agar tidak terjadi permasalahan yang sama di penyaluran berikutnya.

"Tapi ingat, ini bukan hotline untuk pendaftaran penerima bantuan sosial ya," tulis admin.

Pemerintah melalui beberapa kementerian masih memberikan bantuan sosial di tahun 2022.

Baca juga: Negara-negara Ini Siap Bela Rusia Jika Perang Terjadi, Tak Gentar Meski AS dan NATO Dukung Ukraina

Baca juga: Kemenaker Pastikan Pekerja Mengundurkan Diri Tak Dapat JKP dan JHT, Ini Alasannya

Baca juga: Inilah Tips Bikin Suami Ketagihan Saat Hubungan Biologis, Kata dr Aisah Dahlan

Bansos yang akan diberikan di antaranya melalui program Kartu Prakerja, Program Keluarga Harapan hingga jaminan kehilangan pekerjaan.

Tentu ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19

Berikut ini bantuan yang akan dicairkan di tahun 2022:

1. Kartu Prakerja

Kartu Prakerja dipastikan akan diperpanjang pada 2022 dengan memasuki gelombang 23.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Pasaribu menyampaikan, pemerintah akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 11 triliun.

“Seringkali para pekerja kesulitan mendapatkan pekerjaan dikarenakan kompetensi yang diperoleh dari lembaga pendidikan belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.”

“Sehingga untuk menjembatani maka pemerintah berupaya memberi keterampilan bagi angkatan kerja,” ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved