Breaking News:

Tersisa 13 Hari Sosialisasi, Bulan Depan Ditlantas Polda Babel Terapkan Denda Hingga Rp 750 Ribu

Apa saja pelanggaran yang terekam kamera CCTV ETLE? Berikut rinciannya.

Penulis: M Ismunadi CC | Editor: M Ismunadi
Tangkapan layar
Tangkapan layar website ETLE Polri. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Hingga hari ini, Rabu (16/2/2022), Direktorat Lalu Lintas Polda Kepulauan Bangka Belitung masih melakukan sosialisasi sekaligus uji coba penerapan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement ( ETLE).

Namun bulan depan, tepatnya Maret 2022, polisi akan menerapkan ETLE yang membuat pelanggar bisa terjerat sejumlah pelanggaran melalui kamera CCTV.

Artinya tersisa 13 hari masa sosialisasi dan ujicoba penerapan tilang ETLE sebelum polisi mulai menerapkannya pada Maret mendatang.

Apa saja pelanggaran yang bisa terekam kamera CCVT dalam tilang ETLE?

CCTV ETLE atau tilang elektronik dipasang di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2019). Kamera pengintai ini dipasang untuk merekam pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas di jalan raya.
CCTV ETLE atau tilang elektronik dipasang di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2019). Kamera pengintai ini dipasang untuk merekam pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas di jalan raya. (Tribunnews/Jeprima)

Dilansir dari Kompas.com, dalam artikel Rincian Pelanggaran dan Denda Tilang Elektronik, yang mengutip situs resmi Indonesia.go.id, kamera CCTV electronic traffic law enforcement (ETLE) atau e-tilang akan merekam setiap pelanggaran lalu lintas seperti di bawah ini dan nominal denda tilang elektronik:

  • Melanggar rambu lalu lintas dan marka jalan denda tilang elektronik Rp 500.000 atau pidana kurungan 2 bulan.
  • Tidak mengenakan sabuk keselamatan denda tilang elektronik sebesar Rp 250.000 atau kurungan penjara 2 bulan.
  • Mengemudi sambil mengoperasikan smartphone didenda Rp 750.000 atau kurungan penjara 3 bulan.
  • Melanggar batas kecepatan denda e-tilang Rp 500.000 atau kurungan 2 bulan.
  • Menggunakan pelat nomor palsu denda tilang elektronik Rp 500.000 atau pidana kurungan 2 bulan.
  • Berkendara melawan arus didenda Rp 500.000 atau kurangan paling lama 2 bulan.
  • Menerobos lampu merah, denda e-tilang Rp 500.000 atau kurungan 2 bulan.
  • Tidak menggunakan helm atau helm yang digunakan tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) denda tilang elektronik Rp 250.000 atau penjara maksimal 1 bulan.
  • Berboncengan lebih dari 3 orang denda e-tilang Rp 250.000 atau kurungan 1 bulan.
  • Tidak menyalakan lampu saat siang hari bagi sepeda motor didenda Rp 100.000 atau dipenjara 15 hari.

Denda tilang elektronik dapat dibayarkan dengan Bank BRI Virtual Account (BRIVA) yang ditujukan kepada rekening ELTE masing-masing Polda.

Jangan lupa simpan bukti pembayaran denda e-tilang berupa struk transaksi, slip setoran bank, atau bukti notifikasi melalui pesan singkat atau SMS.

Bukti pembayaran ini digunakan untuk ditukarkan dengan barang bukti yang disita keppolisian.

Jika pengendara yang terbukti melanggar tidak membayar denda tilang elektronik hingga 15 hari, maka kepolisian akan memblokir Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) pengendara.

Sebagai informasi, Kepolisian RI sejak 23 Maret 2021 telah memberlakukan ETLE atau tilang elektronik.

Ke depannya, e-tilang ini akan perluas penerapannya.

Empat titik

Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, uji coba penerapan penilangan ETLE dilakukan di empat titik di Kota Pangkalpinang yaitu di Simpang Empat Air Itam, Simpang Empat Semabung, Simpang Empat Ramayana dan di Simpang Tiga Transmart/PT Timah Pangkalpinang.

Kepala Bagian Bin Ops Direktorat Lalu Lintas Polda Kepulauan Bangka Belitung, AKBP Deddy Dwitya Putra menyatakan hingga Februari 2022 ini pihaknya masih melakukan uji coba penerapan ETLE.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved