Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Tekan Angka Stunting, Wakil Ketua DPRD Babel Desak Pemprov Berlakukan Reward dan Punishment

Permasalahan stunting  terus menjadi perhatian pemerintah provinsi dan daerah di Bangka Belitung..

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
bangkapos.com
Wakil Ketua DPRD Babel Amri Cahyadi (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita).   

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Permasalahan stunting  terus menjadi perhatian pemerintah provinsi dan daerah di Bangka Belitung..

Pada tahun 2021 lalu, Bangka Barat masih menjadi kabupaten dengan angka stunting tertinggi se- Bangka Belitung (Babel).

Berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021, angka stunting di Bangka Barat sebesar 23,5 persen, urutan kedua disusul oleh Belitung Timur sebesar 22,6 persen.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung (Babel), Amri Cahyadi mendesak agar ada reward (penghargaan) dan punishment (hukuman) bagi pemerintah daerah dalam upaya penanganan stunting di daerahnya.

"Perlu ada reward dan punishment kepada daerah dalam bentuk pemberian dana insentif daerah, jadi berdasarkan data tersebut provinsi harus memberikan reward apabila kabupaten kota bisa menurunkan persentase dari sebelumnya dan punishment berupa pengurangan intensif apabila ada kenaikan dan tidak terkendali," saran Amri, Jumat (18/2/2022).

Baca juga: Sempat Molor, Proyek Rp 32,9 Miliar untuk Pelabuhan Perikanan Pantai Sungai Baturusa hampir Rampung

Lebih lanjut, dia menyebutkan hal ini sebagai bentuk dorongan agar kabupaten/kota menjadi kiat melakukan upaya penanganan stunting.

"Provinsi yang mempunyai tanggungjawab untuk mengevaluasi anggaran APBD kabupaten kota, perlu diperhatikan betul berapa anggaran untuk penanganan ini, jangan sampai hanya kegiatan ceremonial tetapi harus menyentuh seperti pemberian makanan bergizi dan pelatihan langsung ke masyarakat," katanya.

Baca juga: Luncurkan Inovasi Audisi, Kapolres Bangka Barat Jamin Masuk Polri Gratis

Dia menambahakan masalah stunting ini memang hampir dialami seluruh daerah dan menjadi perhatian pemerintah pusat.

"Maka kita perlu memperhatikan dengan sungguh-sungguh bagaimana mengurangi stunting di kita. Kami DPRD berharap pemprov sebagai koordinator kabupaten kota untuk merencanakan kegiatan yang dapat membantu kabupaten dan kota, yang tidak hanya memberikan pemahaman tetapi bersifat langsung menyentuh," harapnya.

Bila merujuk pada penyebab stunting, Politisi PPP ini menyoroti satu diantara penyebabnya yakni pernikahan usia dini.

"Kami menghimbau agar masyarakat Babel terkhusus orangtua agar menjaga anak-anak agar tidak terjerumus pergaulan bebas yang memicu pernikahan dini, ini terus kita galakan. Pemahaman dan edukasi seksual dan kesiapan rumah tangga perlu diberikan pada level sekolah menengah atas," katanya.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved