Breaking News:

Horizzon

Catatan Terakhir untuk Baleno BN 1587 LK

Saya berharap Kapolsek Pangkalanbaru dan jajarannya harus menuntaskan kasus simpel ini dengan segera

Catatan Terakhir untuk Baleno BN 1587 LK
Bangka Pos
IBNU TAUFIK Jr/Pemred BANGKA POS GROUP

FIGUR seorang polisi selalu memiliki ruang khusus di kehidupan saya. Hal itu barangkali konsekuensi dari lamanya saya ditugaskan di departemen hukum dan kriminal saat masih bertugas sebagai wartawan di lapangan.

Bagi saya, polisi adalah perpanjangan tangan negara yang hadir di tengah masyarakat untuk menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat. Polisi juga hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Bagi reporter yang lama tugas di kepolisian, barangkali banyak tahu bagaimana suka dan dukanya mengungkap sebuah kasus yang menjadi atensi publik. Saya juga termasuk menjadi saksi bagaimana polisi adalah institusi yang paling adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Catat, adaptif terhadap perkembangan teknologi ini bukan sebatas bertugas di lapangan kemudian difoto dan di-share ke IG sebagai kampanye positif belaka, saya juga sedikit paham bagaimana polisi kekinian mampu menggunakan teknologi untuk mengungkap kasus-kasus besar, mulai dari kejahatan konvensional maupun kejahatan perbankan.

Tidur bersama tim Opsnal yang lelah usai kembali ke mako dengan tangan hampa usai patroli semalaman adalah hal yang jamak saya temui saat menjadi reporter di lapangan. Intinya, saya tahu betul bagaimana suka duka polisi di lapangan menjalankan tugasnya sebagai abdi negara.

Baca juga: Posisi Polisi di Kasus Baleno Hangus di Tengah Antrean BBM

Respect, itulah kata yang tepat untuk kawan-kawan kepolisian yang bertugas di lapangan menjaga ketenteraman publik dari pagi, siang, malam hingga ke pagi tanpa lelah. Karena respect itu jugalah saya menjadi sering bersikap 'cerewet' ketika melihat ada yang salah dengan institusi ini. Saya seperti tidak bisa menerima jika melihat ada yang kurang pas di Korps Bhayangkara ini.

Jujur, ini kembali soal insiden kecil yang terjadi 13 Desember 2021 petang di SPBU 24.331.115 Jalan Koba. Saat itu, sebuah sedan Baleno BN 1587 LK terbakar saat tengah mengisi minyak. Perlu dicatat, peristiwa ini menjadi sangat penting karena peristiwa tersebut terjadi saat di Pulau Bangka tengah terjadi krisis BBM. Sementara dari olah TKP, ditemukan slang dan jeriken dari mobil yang terbakar yang patut diduga mobil yang terbakar tersebut sedang melakukan aktivitas ngerit.

Baca juga: Baleno Terbakar di SPBU Jalan Koba dan Bom Bali I

Jujur saja muncul sikap prihatin dari penanganan kasus ini yang hingga saat ini tak jelas ujung pangkalnya. Jika kita mau jeli, ada oknum pejabat kepolisian yang justru menampar institusi kepolisian dengan menyebut kasus ini dianggap tidak prioritas lantaran tidak menimbulkan korban jiwa dan tidak menimbulkan kerugian material dari pihak lain.

Pernyataan itu juga yang menjadi alasan kenapa kasus ini tak ada perkembangannya setelah tiga bulan berlalu. Sebagai orang yang sangat peduli dengan muruah institusi kepolisian, pejabat yang menyebut bahwa kasus ini tidak prioritas adalah sikap nyata merusak citra institusi kepolisian yang muncul dari oknum internal.

Tidak cukup sampai di situ, berulang kali ditanya reporter terkait dengan perkembangan kasus ini, jawabannya juga blunder. Mulai dari nomor polisi yang palsu, nomor rangka dan nomor mesin yang ikut terbakar sehingga siapa pengemudinya gagal ditemukan.

Saya sih yakin pernyataan pejabat kepolisian yang mengatakan bahwa nomor rangka dan nomor mesin rusak akibat terbakar itu akan ditanggapi sinis oleh publik. Benarkah terbakar tak lebih dari 10 menit bisa meleburkan besi atau aluminium sehingga noka dan nosinnya hancur?
Jawaban asal itu bagi saya justru membuat peristiwa Baleno terbakar di saat Bangka krisis BBM ini menjadi makin seksi. Siapa sih sebenarnya pengemudinya?

Baca juga: Merunut Jejak Digital Baleno Terbakar di SPBU Jalan Koba

Saya masih bisa berharap kasus ini akan terjawab. Setidaknya jika kita merunut jejak digital dari pemberitaan kasus ini, kita bisa menemukan pernyataan Kapolsek Pangkalanbaru yang disampaikan kepada wartawan pada 22 Desember 2021 atau 10 hari setelah peristiwa.

Saat itu Kapolsek Pangkalanbaru mengatakan bahwa pihaknya telah mengantongi identitas pengemudi dan dipastikan warga Pangkalanbaru. Kapolsek juga mengatakan bahwa jajarannya sudah berulang kali mendatangi rumah terduga pengemudi namun belum berhasil bertemu.

Saya berharap Kapolsek Pangkalanbaru dan jajarannya harus menuntaskan kasus simpel ini dengan segera, agar terjawab siapa dan apa yang dilakukan pengemudi Baleno di SPBU Jalan Koba tersebut hingga akhirnya terbakar.

Karena Kapolsek Pangkalanbaru sudah yakin pegang identitasnya, maka tak perlu membuka kap depan mobil untuk mengecek nomor rangka dan nomor mesin yang ada di kap depan mobil. Ingat mengungkap kasus ini adalah investasi bagaimana memelihara kepercayaan publik kepada institusi kepolisian. (*)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved