Rabu, 29 April 2026

Berita Pangkalpinang

Dosen UBB Soroti Soal Limbah Plastik di Pangkalpinang, Begini Katanya  

Keberadaan sampah kemasan plastik semakin berpotensi mengganggu kelestarian lingkungan. Maraknya kedai kopi shop di Pangkalpinang tentunya juga menjad

Tayang:
Penulis: Sela Agustika |
istimewa
Dosen Kimia Sekaligus Ketua Jurusan Kimia Universitas Bangka Belitung (UBB), Verry Andre Fabiani (istimewa/Verry) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Keberadaan sampah kemasan plastik semakin berpotensi mengganggu kelestarian lingkungan. Maraknya kedai kopi shop di Pangkalpinang tentunya juga menjadi penyumbang limbah sampah plastik lantaran hampir setiap kedai kopi shop menggunakan wadah utamanya cup plastik.

Menyikapi hal tersebut, Dosen Kimia Sekaligus Ketua Jurusan Kimia Universitas Bangka Belitung (UBB), Verry Andre Fabiani mengatakan, pembuangan sampah anorganik khususnya plastik, kepada masyarkat perlu diedukasi.

Pasalnya proses pemisahan kertas dari lapisan plastik memiliki tingkat kesulitan tinggi. Dimana sampah plastik dapat terurai sangat lama bisa mencapai 100 tahun bahkan lebih tergantung jenis plastiknya.

"Sebaiknya perlu ada tempat khusus pembuangan sampah anorganik khususnya plastik, yang disediakan pengelola coffee shop atau di tempat umum. Hendaknya syarakat perlu diedukasi terkait pemilahan sampah organik dan anorganik, yang mana tujuannya disini tidak hanya merubah pola kebiasaan msyarakat tetapi pola pikir juga," ujar Verry kepada Bangkapos.com, Minggu (20/2/2022).

Ia mengatakan, dampak sampah plastik sangat berbahaya terhadap lingkungan sekitar jika dibiarkan terlalu lama seperti mengganggu kesuburan tanah dan merusak ekosistem di sekitarnya, serta menjadi satu di antara sejumlah faktor penyebab banjir apabila dibuang ke sungai.

"Jelas keberadaan sampah plastik ini sangat berbahaya terhadap lingkungan, plastik mengandung senyawa kimia berbahaya yang sulit terurai, jika dibuang ke tanah maka akan mengganggu kesuburan tanah dan merusak ekosistem di sekitarnya. Begitu juga jika dibuang ke perairan akan sangat mengganggu eksosistem perairan, apalagi dibuang ke sungai maka akan terjadi pendangkalan dan penyumbatan aliran sungai hingga menjadi penyebab banjir," jelasnya.

"Sudah banyak pelaku usaha yang menggunakan plastik ramah lingkugan ini, biasanya di mall dan retail-rerail besar, bahkan penggunaan plastik umum saja sudah mulai berbayar. Artinya sudah banyak pelaku usaha yang memberikan perhatian serius trhadap dampak sampah plastik," kata Verry.

Diakuinya harga bioplastik umumnya memang tidak semurah plastik biasa, karena pembuatan bioplastik membutuhkan proses kimia serta pengujian hasil akhir sehingga meningkatkan biaya produksi. 

"Saran untuk UMKM sebaiknya juga dapat menggunakan kemasan plastik ramah lingkungan ini, ya setidaknya walaupun belum dapat menggunakannya, bijaklah dalam penggunaan plastik dan berikan edukasi tentang konsep reduce, reuse, recycle (3R)," pesannya. (Bangkapos.com/Rilis/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved