Senin, 27 April 2026

Virus Corona

Sampai Kapan Orang Kena Omicron Jalani Perawatan dan Isolasi Mandiri?

Kementerian Kesehatan memberikan kriteria pasien Covid-19 varian Omicron yang telah selesai isolasi dan dinyatakan sembuh.

Editor: fitriadi
freepik.com
Ilustrasi varian omicron 

BANGKAPOS.COM - Orang yang terjangkit Omicron ada yang merasakan gejala berat, ringan dan ada pula yang tidak bergejala.

Pasien bergejala berat, apalagi ada komorbid, disarankan untuk menjalani perawatan medis.

Sedangkan orang kena Omicron dengan gejala ringan dan tidak bergejala diminta menjalani isolasi mandiri di rumah.

Sampai kapan orang yang terinfeksi virus corona varian terbaru ini harus menjalani perawatan atau isolasi mandiri?

Kementerian Kesehatan memberikan kriteria pasien Covid-19 varian Omicron yang telah selesai isolasi dan dinyatakan sembuh.

Hal tersebut diinformasikan melalui akun Instagram @kemenkominfo pada Selasa (15/2/2022).

Baca juga: Enaknya Menikahi Janda, Ternyata Keistimewaannya ini Tak Dimiliki Gadis, Kata Ustaz Khalid Basalamah

Baca juga: Ciri-ciri Tubuh Sehat Dapat Dilihat saat Bangun Tidur, Dr Dina: Justru yang Jorok Malah Bagus

Bagi masyarakat yang sudah dinyatakan sembuh diimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Lalu, apa saja kriteria pasien varian Omicron selesai isolasi atau sembuh?

Kriteria Sembuh dari Omicron

1. Pada saat konfirmasi Covid-19 yang tidak bergejala (asimptomatik), isolasi dilakukan selama 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi.

2. Pada kasus konfirmasi Covid-19 dengan gejala, isolasi dilakukan selama 10 hari sejak muncul gejala ditambah dengan sekurang-kurangnya tiga hari bebas gejala demam dan gangguan pernapasan

Dengan demikian untuk kasus-kasus yang mengalami gejala selama 10 hari atau kurang harus menjalani isolasi selama 13 hari.

Dalam hal masih terdapat gejala setelah hari ke-10, maka isolasi mandiri masih tetap dilanjutkan sampai dengan hilangnya gejala tersebut ditambah tiga hari lagi.

3. Pada kasus konfirmasi Covid-19 yang sudah mengalami perbaikan klinis pada saat isoman/isoter dapat dilakukan pemeriksaan NAAT termasuk pemeriksaan RT-PCR pada hari ke-5 dan ke-6 dengan selang waktu pemeriksaan 24 jam.

Jika hasil negatif atau Ct>35 dua kali berturut-turut, maka dapat dinyatakan selesai isolasi/sembuh.

Pembiayaan untuk pemeriksaan ini dilakukan secara mandiri.

4. Pada kasus konfirmasi Covid-19 yang sudah mengalami perbaikan klinis pada saat isoman/isoter akan tetapi tidak dilakukan pemeriksaan NAAT termasuk pemeriksaan RT-PCR pada hari ke-5 dan ke-6 dengan selang waktu 24 jam.

Maka pasien harus melakukan isolasi sebagaimana ketentuan kriteria selesai isolasi atau sembuh.

Beda Gejala Omicron dan Flu Biasa

LaporCovid mengunggah perbedaan gejala varian baru virus corona, yakni Omicron, dengan gejala flu biasa.

Pada unggahan tersebut, gejala Omicron dan flu biasa memang memiliki beberapa kesamaan.

Kesamaan tersebut cukup menyulitkan penderita gejala untuk mengidentifikasi apakah mereka terkena Omicron atau hanya flu biasa.

Baca juga: Tante Ernie Ungkap Bakal Pilih Mantan Pacar Jedar Dibanding Chiko Jeriko, Ternyata Karena Hal Ini

Baca juga: Suami Puber Kedua di Usia 40 Tahun, dr Aisah Dahlan Ungkap Tanda-Tandanya

Di sisi lain, lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia akibat meluasnya varian Omicron tidak bisa dianggap remeh.

Pasalnya, WHO telah mengingatkan bahwa varian Omicron memiliki tingkat penyebaran yang tinggi.

Lantas bagaimana membedakan gejala Omicron dengan flu biasa?

Gejala varian Omicron

Gejala paling umum yang ditemukan pada pasien penderita varian Omicron, di antaranya yakni:

  • Hidung tersumbat
  • Batuk
  • Demam
  • Nyeri tenggorokan
  • Tenggorokan gatal Jarang terjadi anosmia
  • Jarang sesak napas

Dokter Spesialis Paru Prof Reviono mengatakan bahwa gejala Omicron yang membedakan dengan gejala flu biasa adalah tenggorokan gatal dan nyeri di tenggorokan.

“Bedanya gejala Omicron itu ada nyeri tenggorokan dan gatal di tenggorokan. Kalau flu biasa jarang seperti itu,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (3/2/2022) malam.

Gejala Omicron, imbuhnya juga diikuti dengan hidung tersumbat, sakit kepala, pusing, dan demam. Bahkan pasien penderita Omicron juga mudah merasa kelelahan.

Batuk juga bisa menjadi tanda-tanda gejala varian Omicron. Pasalnya, gejala batuk, khususnya batuk kering juga dirasakan oleh penderita virus Corona varian sebelumnya.

Gejala batuk kering bagi penderita Omicron juga disampaikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

Melansir laman Kemenkes (27/1/2022), Budi menyebutkan bahwa gejala Omcron menyerupai flu biasa, yaitu batuk dan demam dengan tingkat penularan yang cepat.

Baca juga: 5 Gejala Covid-19 Varian Omicron yang Paling Sering Dikeluhkan Pasien

Baca juga: Inilah Gejala Omicron Pada Orang yang Sudah Divaksin Lengkap

Uniknya, pasien penderita varian Omicron jarang mengalami anosmia atau kehilangan indera penciuman seperti yang dirasakan pasien varian Delta.

Bahkan pasien penderita varian Omicron juga jarang merasakan sesak napas.

Namun, bagi penderita varian Omicron yang bergejala berat dan komorbid memiliki peluang sesak napas lebih besar

“Komorbid itu kekebalan tubuhnya lemah sehingga tidak cuma batuk atau pilek saja. Tapi berpeluang besar terjadi sesak napas. Sebaliknya, jika kekebalan tubuhnya bagus, gejalanya ringan hampir menyerupai flu biasa,” kata Prof Reviono.

Gejala flu biasa

Sementara itu, gejala flu biasa sedikit berbeda dengan gejala pasien penderita varian Omicron.

Dilansir dari WHO, gejala flu sebagai berikut:

  • Demam
  • Batuk
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot dan sendi
  • Merasa tidak enak badan
  • Sakit tenggorokan
  • Pilek

Selaras dengan pernyataan WHO, Prof Reviono juga mengatakan bahwa gejala flu meliputi hidung tersumbat, pilek atau sekresi hidung, pusing, sakit kepala, dan demam.

“Gejala batuk pada flu itu jarang terjadi. Flu biasanya pilek atau sekresi hidung saja,” ungkap dia.

Perbedaan gejala Omicron dan flu biasa

Meskipun hampir mirip, gejala Omicron dan flu biasa memiliki sedikit perbedaan.
Beberapa gejala yang membedakannya, di antaranya yakni:

1. Nyeri tenggorokan dan gatal

Jika salah satu gejala yang dirasakan adalah nyeri tenggorokan dan gatal sebaiknya Anda melakukan pengecekan.

Pasalnya, nyeri tenggorokan dan gatal jarang dijumpai pada gejala flu biasa.
Sebaliknya, gejala ini ditemukan pada pasien terinfeksi varian Omicron.

2. Batuk kering

Penderita flu jarang bergejala batuk. Sementara pada penderita virus corona varian sebelumnya, batuk kering menjadi salah satu indikasinya.

3. Kehilangan indera penciuman dan sesak napas atau napas pendek

Meskipun kedua gejala ini jarang ditemui pada pasien Omicron, namun jika Anda merasakannya besar kemungkinan Anda terinfeksi virus Covid-19 varian sebelumnya.

Langkah Pencegahan Varian Omicron

Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 terutama omicron, tidak cukup jika hanya dilakukan seperti mendapatkan vaksinasi yang lengkap.

Akan tetapi, masyarakat juga harus menjaga protokol kesehatan.

Dikutip dari kemkes.go.id, adanya proteksi ekstra yang sempurna merupakan langkah yang harus dilakukan oleh seluruh masyarakat.

Tujuannya agar mampu melindungi diri dan orang di sekitar dari paparan Covid-19, serta meminimalisir dari hospitalisasi dan kematian akibat Covid-19.

Berikut ini merupakan beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran varian Omicron di Indonesia, di antaranya adalah :

1. Menggunakan masker dengan benar

2. Menjaga jarak minimal 1 meter dan menjauhi kerumunan

3. Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir

4. Buka jendela, untuk ventilasi yang lebih baik

5. Segera melakukan vaksinasi apabila dalam kondisi sehat dan telah mendapatkan jadwal.

(Tribunnews.com/Devi Rahma/Kompas.com/Alinda Hardiantoro)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved