Video Lokal
Video Pemkab Bangka Beri Penghargaan kepada Pengelola Sampah
Bupati Bangka, Mulkan, mengatakan, tujuan memperingati HPSN agar mengingatkan kita semua agar lebih peduli, dan sampah bukan musuh kita.
Penulis: edwardi | Editor: Novita
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemkab Bangka melaksanakan upacara peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2022 dan pemberian penghargaan kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) pengelola sampah se Kabupaten Bangka di halaman Kantor Bupati Bangka, Senin (21/2/2022).
Tema kegiatan Kelola Sampah Kurangi Emisi Bangun Proklim.
Upacara dipimpin Bupati Bangka, Mulkan. Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Bangka, Syahbudin, para kepala OPD di lingkungan Pemkab Bangka, para pegawai di lingkungan Pemkab Bangka, perwakilan KSM, perwakilan PT NSP dan PT RBT yang menerima piagam penghargaan dan tamu undangan lainnya.
Usai upacara, diadakan penyerahan penghargaan pengelola sampah terbaik kepada 8 KSM dan 2 perusahaan di Kabupaten Bangka.
Juga pemberian paket sembako kepada pasukan kuning/oranye yang bertugas menjaga kebersihan di bawah naungan DLH Kabupaten Bangka.
Bupati Bangka, Mulkan, mengatakan, tujuan memperingati HPSN agar mengingatkan kita semua agar lebih peduli, dan sampah bukan musuh kita.
"Kita selaku produsen sampah ini agar memiliki kesadaran bagaimana dalam membuang sampah di tempat yang sebenarnya, jangan membuang sampah sembarangan dan seenak hati kita, tapi bagaimana kita harus mengatur dan memanage sampah yang cukup banyak jumlahnya bisa mencapai 60 ton dalam satu harinya," kata Mulkan.
Diharapkannya dalam pengelolaan sampah ini harus ada kerja sama yang baik, harus ada kolaborasi dan tanggung jawab bersama.
Sementara itu Boy Yandra, Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Kabupaten Bangka, mengatakan, salah satu persoalan yang dihadapi saat ini, seperti adanya sampah berserakan di luar kotak TPS, karena masyarakat membuangnya tidak masuk dalam kotak atau kontainer TPS.
"Bagaimana kita bersama DLH Kabupaten Bangka untuk mengedukasi dan mensosialisasikan masyarakat agar membiasakan diri memasukkan sampah ke dalam kotak atau tempat e sudah disediakan," kata Boy Yandra.
Diakuinya, sampah yang berserakan tentunya akan menjadi sumber timbulnya bibit penyakit. Selain itu, tidak enak dipandang mata. (Bangkapos.com/Edwardi)