Breaking News:

Aksi Heroik Tentara Ukraina saat Menolak Menyerah Lawan Prajurit Rusia di Pulau Ular: Pergilah!

Aksi Heroik Tentara Ukraina Lawan Prajurit Rusia di Pulau Ular, Presiden Ukraina Beri Penghargaan

Twitter MFA of Ukraine
Pulau Ular di Ukraina sebelum dan sesudah dibombardir Rusia 

BANGKAPOS.COM -- Presiden Ukraina Vlodymyr Zelensky dikabarkan memberikan penghargaan kepada tentara yang melawan Rusia di Pulau Ular.

Sepereti diketahui, Rusia hingga saat ini masih terus melakukan penyerangan ke negara Ukraina.

Akibat penyerangan ini, setidaknya hingga hari ini sebanyak 137 orang tewas dan 316 lainnya terluka.

Sebagian besar wilayah kota-kota besar di Ukraina telah diserang dan dikuasai oleh tentara Rusia.

Kini Rusia mulai memperluas daerah penyerangannya ke pulau-pulau kecil Ukraina, salah satunya pulau Ostriv Zmiinyi atau disebut juga Pulau Ular.

Baca juga: Diterjunkan ke Ukraina, Inilah si Monster Tua Tu-95 yang Ditakuti Amerika Serikat dan Sekutunya

Baca juga: Tante Ernie saat Pose Duduk Manja di Atas Karang Bening Banget, Pakai One Set Minim Bikin Heboh

Baca juga: Persipura Jayapura Terancam Sanksi Berat, Denda Rp 1 Miliar dan Pengurangan 9 Poin

Presiden Rusia Vladimir Putin Murka hingga Betul-betul Serang Ukraina, Ternyata Karena Hal ini

Ostriv Zmiinyi adalah pulau kecil dengan luas 0,17 km persegi yang terletak di Laut Hitam, pantai Rumania dan Ukraina.

Pulau Ular di Ukraina sebelum dan sesudah dibombardir Rusia
Pulau Ular di Ukraina sebelum dan sesudah dibombardir Rusia (Twitter MFA of Ukraine)

Dari postingan pada akun Twitter resmi Kementerian Luar Negeri Ukraina (@MFA_Ukraine), diketahui bahwa Rusia secara terang-terangan ingin merebut pulai Zmiinyi milik Ukraina itu.

Para tentara Rusia menghancurkan semua infrastruktur di pulau tersebut.

Sebanyak 13 orang tentara penjaga Pulau Ular tewas terbunuh, karena menolak untuk menyerah kepada kapal perang Rusia.

Baru-baru ini beredar rekaman suara antara tentara Rusia dengan tentara penjaga pulau Zmiinyi, sebelum ke-13 orang tersebut dibunuh.

Menurut Presiden Ukraina Vlodymyr Zelensky, percakapan tersebut berisi mengenai laporan tewasnya pasukan tentara Ukraina yang mengamankan Snake Island.

Pada rekaman suara diketahui bahwa seorang tentara Rusia mendesak tentara penjaga pulau untuk meletakkan senjata mereka dan menyerah agar meninggalkan zona pertempuran.

Tentara Rusia itu pun mengancam untuk melepaskan tembakan apabila peringatan tersebut tidak diindahkan.

Baca juga: Luna Maya Kencan Buta, Dikira ke Tempat Romantis, Ternyata Diajak Makan Pinggiran di Daerah ini

Baca juga: Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 Terkait JHT Akan Direvisi Sebelum 4 Mei 2022

Baca juga: Kehidupan Unik Wanita Amazon, Miliki Keturunan Tanpa Pria Seorangpun, Ternyata Pakai Cara Brutal

Baca juga: Ashanty Jadi Nenek Cantik di Usia 37 Tahun, Istri Anang: Begini Rasa Punya Cucu, Berat untuk Pisah

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved