Breaking News:

Berita Sungailiat

Rektor UBB Potret Peluang Bisnis Udang Vaname di Pulau Bangka, Syahrial Keluhkan Soal Perizinan

Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB), Dr Ibrahim bersama wakil rektor dan dosen melakukan kunjungan kerja di tambak udang milik Syahrial Ridho di

Penulis: Fery Laskari | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB), Dr Ibrahim bersama wakil rektor dan dosen UBB mengunjungi tambak udang vaname milik Syahrial Ridho di Bedukang-Mapur Riausilip Bangka, Jumat (25/2/2022).(Bangkapos.com/Ferylaskari) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB), Dr Ibrahim bersama wakil rektor dan dosen melakukan kunjungan kerja di tambak udang milik Syahrial Ridho di Kawasan Bedukang-Mapur Riausilip Bangka, Jumat (25/2/2022). Ibrahim berharap ke depan, kunjungan ini membuahkan hasil positif dalam bentuk kerja sama antar dunia pendidikan dan pengusaha.

"Tambak udang vaname sebuah variari alternatif pendapatan ekonomi yaitu lahir dari tuntutan dari luar, lahir dari pengalaman, lahir dari peluang ekonomi yang tentunya melihat pada potensi yang kita punya," kata Ibrahim ditemui di Tambak Udang Syahrial Ridho, Jumat (25/2/2022) petang.

Kelahiran tambak udang vaname katanya, merupakan sebuah keniscayaan yang sulit diabaikan."Kami hadir di sini (tambak udang -red) karena diundang oleh Bang Ridho (Ridho Syahrial -red) untuk menyaksikan dan memotret peluang peluang yang ada, untuk kita saling bekerja sama," katanya.

Ibrahim memberikan apresiasi positif karena tambak udang yang dimaksud milik pengusaha lokal yang juga mempekerjakan pekerja lokal. "Saya lihat pengusahanya orang lokal dan pekerjanya juga orang lokal. 
Ini merupakan alternatif sumber sumber ekonomi di luar timah dan lada," katanya.

"Yang jelas saat ini saya lihat ada peluang bersinergi antara kita (UBB) dan pihak pengusaha untuk bertukar pengalaman, membuat riset bersama misalnya," harap Ibrahim.

Pemilik Tambak Udang, Syahrial SH MH ditemui pada kesempatan yang sama, Jumat (25/2/2022) petang mengatakan, budidaya udang vaname secara umum tak ada kendala. Namun yang jadi masalah menurutnya, pengusaha sulit mendapapatkan kemudahan dalam hal legalitas atau perizinan.

"Masalah perizinan terlalu lama. Akhirnya masing masing pihak saling menyalahkan. Seolah petambak berusaha tanpa izin, padahal birokrasi  pemerintah yang terlalu lama merespon," sesalnya.

Ia berharap ke depan pemerintah merespon upaya pengusaha yang telah berusaha taat pada aturan, berusaha membuat izin resmi sehingga jangan dipersulit. "Kita harapkan pemerintah provinsi mupun pemerintah daerah (kabupaten) tanggap," kata Syahrial seraya berharap proses perizinan yang diajukan pengusaha tambak dipermudah.

Dr Rofiko H Mukmin, Staf Ahli Gubernur Babel, Bidang Pemerintahan dan Hukum, pada kesempatan yang sama, Jumat (25/2/2022) petang memastikan, sesuai intruksi kepala negara agar pihak terkait mempermudah perizinan.

"Intruksi Pak Joko Widodo (Presiden RI) begitu. Jadi skim skim regulasi harus mengikut perkembangan dunia usaha. Skim perikanan kelautan perkembangannya begitu cepat, sedangkan skim perizinannya keteter. Jangan jadi berier jadi penghambat," tegas Rofiko seraya berharap pihak terkait di pemerintahan ini segera merespon niat baik pengusaha yang ingin membuat perizinan.( Bangkapos.com/Fery Laskari)
 

 
 

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved