Breaking News:

Berita Pangkalpinang

DPRD Babel akan Panggil Pihak PLN Buntut Listrik Biarpet, Begini Kondisi Kelistrikan di Bangka

RDP ini digelar buntut dari keluhan-keluhan masyarakat atas terjadinya pemadaman listrik bergilir beberapa waktu terakhir di Pulau Bangka.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Novita
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung, Herman Suhadi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung, Herman Suhadi, akan memanggil General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Bangka Belitung (Bangka Belitung).

Mereka akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) yang dijadwalkan pada Selasa (1/3/2022).

RDP ini digelar buntut dari keluhan-keluhan masyarakat atas terjadinya pemadaman listrik bergilir beberapa waktu terakhir di Pulau Bangka.

Humas PLN UIW Bangka Belitung, Fakul, mengatakan, pihaknya sudah menerima permintaan untuk RDP melalui surat dari DPRD Babel.

"Sudah dijadwalkan janjian dengan beliau," ujar Fakul saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Sabtu (26/2/2022).

Mengenai kondisi ke listrikan di Pulau Bangka, dia menyebutkan dalam tahap penormalan mesin.

"Untuk listrik, mulai kemarin malam sudah mulai masuk,dan sampai dengan saat ini mulai penormalan mesin dan pembebanan bertahap ke sistem ke listrikan Bangka," tambahnya.

Sebelumnya, saat agenda Ombudsman Nampel, General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Bangka Belitung, Amris Adnan, memaparkan kondisi ke listrikan di Pulau Bangka dalam acara Ombudsman Nampel via virtual, Kamis (24/2/2022) lalu.

"Kondisi saat ini dengan daya pas-pasan, dengan daya mampu 191,50 MW, beban puncak 190,2 MW dan reserve margin 1,5 MW. Sumber daya dari Air Aniyir, kalau kabel laut selesai maka aliran akan terbalik dari Muntok ke Air Anyir," jelasnya.

Dia menyebut, kabel bawah laut atau interkoneksi Sumatera-Bangka menjadi solusi mengatasi masalah ke listrikan di pulau Bangka.

"PLN Babel sudah melakukan upaya agar kecukupan listrik bisa tersedia dengan baik. Untuk kecukupan ini, PLN sudah membangun interkoneksi Sumatera-Bangka. Ini sebenarnya direncanakan selesai Agustus 2021. Namun kita hanya berencana, kita dihadapkan dengan kondisi pandemi sehingga pekerjaan ini terkendala, mobilisasi barang dan tenaga kerja terkendala dan proyek ini mundur," beber Amris.

Dia menegaskan, kalau saja kabel bawah laut ini selesai sesuai target, maka kondisi ke listrikan dari Agusus 2022 hingga ke depan akan ada cadangan yang cukup. Selain itu, kondisi karena aglomerasi bahan baku batu bara yang terjadi saat ini, tidak berimbas kepada pemadaman listrik.

"Begitu pula ketika ada gangguan dan kami harus mendatangkan mesin dari Riau, tentu tidak akan terjadi pemadaman. Namun kabel laut terkendala, itulah menyebakan masyarakt merasa terjadi pemadaman," kata Amris.

Menurut dia, pembangunan kabel bawah laut Sumatera-Bangka ini sudah selesai bila dari Bangka. Sementara dari Sumatera ke Bangka yang masih dalam proses penyelesaian.

"Kalau ini selesai mudah-mudahan tidak terjadi pemadaman lagi karena kita menerima kelebihan daya hampir 150 kV," ucapnya. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved