Breaking News:

Video Lokal

Video Polemik Pengeras Suara di Masjid, Kemenag Pangkalpinang Tegaskan Bukan Melarang Azan

Disamping itu, lanjut dia, SE dikeluarkan oleh Menteri Agama bukanlah hal yang baru.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Novita

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Firmantasi, menegaskan, Surat Edaran (SE) Menteri Agama (Menag) Nomor 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala, tidak melarang penggunaan pengeras suara untuk mengumandangkan azan.

Menurutnya, terbitnya SE Menag ini sangat dibutuhkan dalam upaya menjaga ketentraman, ketertiban dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, sekaligus lebih mengatur penggunaan pengeras suara di rumah ibadah.

Firmantasi menjelaskan, dalam poin 3 huruf B dalam SE jelas disebutkan bahwa pengumandangan azan menggunakan pengeras suara luar. Adapun volume suaranya, diatur sesuai kebutuhan dan maksimal 100 desibel (dB) sebagaimana diatur dalam poin 2 huruf c.

Desibel adalah satuan mengukur seberapa keras suatu suara dan telinga manusia memiliki batasan sehat saat mendengarnya. Kemampuan telinga manusia terbatas sehingga suara terlalu bising yang didengarkan dalam waktu relatif lama dapat memberi dampak buruk bagi pendengaran.

Disamping itu, lanjut dia, SE dikeluarkan oleh Menteri Agama bukanlah hal yang baru. Dalam Instruksi Direktorat Jenderal Bimas Islam Kep/D/101/1978 Tahun 1978 sudah mengatur tentang penerapan pengeras suara di rumah ibadah.

Sementara itu, hasil riset dan penelitian, kemudian adanya surat masuk ke kantor Kementerian Agama Pusat terkait masalah bagaimana penggunaan pengeras suara di rumah ibadah agar lebih ditertibkan dan diatur, sehingga narasi-narasi yang keluar dari pengeras suara itu dapat membuat masyarakat nyaman dan sejuk.

Kendati begitu Firmantasi mengimbau, masyarakat jangan sampai salah mengartikan dengan melarang azan, akan tetapi pengeras suara diatur penggunaanya. Niat Menteri agama baik, tidak untuk menghilangkan syiar agama Islam. Akan tetapi bagaimana syiar tetap dilakukan dengan catatan tetap nyaman untuk orang lain, juga saat beraktivitas. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved