Breaking News:

Video Lokal

Video Subandi Keluhkan Tingginya Harga Kedelai, Terpaksa Kecilkan Ukuran Tahu

Dengan kondisi mahalnya harga kedelai, Subandi pun terpaksa harus menurunkan jumlah produksi tahunya.

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: Novita

BANGKAPOS.COM,BANGKA- Tingginya harga kedelai yang hampir naik dua kali lipat, membuat produsen tahu rumahan harus mengerutkan dahi untuk mencari cara menyiasati kondisi tersebut.

Satu di antaranya Subandi (51).  Usaha yang dirintisnya sejak 30 tahun lalu ini, kini harus berjuang untuk dapat terus memproduksi tahu.

Diketahui, harga 1 kilogram kedelai saat ini di kisaran Rp12 ribu, naik 50 persen dari harga normalnya di kisaran Rp8 ribu per kilogram.

Dengan kondisi mahalnya harga kedelai, Subandi pun terpaksa harus menurunkan jumlah produksi tahunya.

Biasanya, dalam sebulan, rumah produksi tahunya yang beralamat di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat ini, mampu menghabiskan 1,8 ton kedelai Namun kini hanya mampu produksi 1 ton kedelai saja.

"Biasa normalnya 1,8 ton itu, ada sekitar 3.000 tahu yang kami produksi, tapi sekarang harga mahal, jadi mending nurunin produksi, jadi kedelai itu paling sekarang 1 ton itu cuma 1.500 tahu," kata Subandi, Jumat (25/2/2022).

Selain itu,  juga demi mempertahankan produksi agar terus dapat berjalan, Subandi pun terpaksa harus mengurangi sedikit ukuran tahu dari biasanya.

"Jadi dua-duanya kita harus bersiasat, pertama nurunin jumlah produksi dan kedua ya terpaksa ngurangin ukuran tahunya," ucapnya.

Hal ini pun kian diperparah dengan sulitnya Subadi, untuk mendapatkan bahan baku kedelai untuk membuat tahu.

"Udah seminggu inilah, kemarin Jum'at saya telepon minta kirim kedelai, tapi enggak ada sampai sekarang," imbuhnya.

Sementara itu Subandi berharap kondisi mahal dan sulitnya mendapat kedelai tak berlangsung lama, sehingga tak menganggu produksi tahu miliknya.

"Kita takutnya tahu atau tempe ini jadi makanan mahal, kalau ini jadi makanan mahal tentunya orang tidak akan makan tahu lagi karena pasti milih yang lain. Berharap jangan lama lah, pengennya harga itu stabil jadi kita juga stabil untuk produksinya," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved